JAKARTA - ByteDance, perusahaan di balik kesuksesan TikTok, dikabarkan sedang mengembangkan headset mixed reality melalui anak perusahaannya, Pico. Dengan desain yang ringkas dan performa rendah latensi, langkah ini bisa menjadi tantangan besar mengingat persaingan ketat dengan raksasa teknologi seperti Apple, Meta, Google, dan Samsung.
Selama ini, ByteDance identik dengan TikTok—platform media sosial yang mendominasi pasar global. Namun, perusahaan asal China ini rupanya ingin memperluas portofolionya ke perangkat augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).
Menurut laporan dari The Information, headset mixed reality ini dikembangkan oleh Pico, startup VR yang diakuisisi ByteDance pada 2021. Pico sebelumnya dikenal dengan produk seperti Pico 4 VR, yang bersaing dengan Meta Quest. Namun, pendekatan mereka kali ini berbeda.
Desain Ringkas dengan Performa Tangguh
Headset terbaru ByteDance dikabarkan akan memiliki bentuk yang lebih ramping dan ringan, mendekati ukuran Bigscreen Beyond VR. Untuk mencapai ini, sebagian besar proses komputasi akan dialihkan ke perangkat eksternal berbentuk "puck" yang terhubung via kabel—mirip dengan konsep Apple Vision Pro yang menggunakan baterai eksternal.
BACA JUGA:
Selain itu, headset ini juga dikabarkan akan menggunakan chipset khusus untuk meminimalkan lag dan latensi, sebuah fitur krusial untuk bersaing di pasar mixed reality.
Meski ambisius, ByteDance akan menghadapi tantangan besar. Beberapa kompetitor utama mereka antara lain:
Apple: Sedang mengembangkan Vision Pro generasi kedua.
Meta: Memiliki berbagai headset dan kacamata pintar dalam pengembangan.
Google & Samsung: Berkolaborasi dalam Project Moohan dengan dukungan platform Android XR.
Saat ini, Meta masih mendominasi pasar dengan Ray-Ban Smart Glasses. Namun, ByteDance memiliki peluang untuk mengulang kesuksesan TikTok—menjadi disruptor di industri yang masih berkembang ini.
Pasar smart glasses dan headset AR/VR masih dalam tahap awal, tetapi potensinya sangat besar. Jika ByteDance bisa menghadirkan desain inovatif, harga kompetitif, dan integrasi konten TikTok yang mulus, bukan tidak mungkin mereka bisa menjadi pemain utama di dunia mixed reality.