JAKARTA - Gaya hidup digital telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Mulai dari belanja online, transaksi keuangan digital, hingga akses instan terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
Data dari e-Conomy SEA 2024 mengungkapkan bahwa jumlah transaksi ekonomi digital di Indonesia terus bertumbuh. Sementara itu, jumlah pengguna e-commerce berdasarkan data Statista diperkirakan akan terus meningkat sebanyak 35%, dengan estimasi hingga 99,1 juta pengguna pada tahun 2029.
Namun, pada saat yang sama juga meningkatkan eksposur masyarakat terhadap risiko penyalahgunaan data pribadi. Meskipun banyak platform keuangan legal yang dilengkapi fitur keamanan berlapis, peran individu juga tidak kalah penting.
Kebiasaan kecil seperti menyebarkan data pribadi di media sosial atau tidak sengaja mengklik tautan berbahaya bisa menjadi celah kejahatan digital. Untuk itu, literasi digital perlu jadi benteng Utama.
"Kemudahan yang dihadirkan oleh era digital, termasuk bertransaksi online, harus dibarengi dengan upaya ekstra dalam melindungi data pribadi.," kata Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss dalam pernyataannya.
Berikut beberapa tips sederhana untuk melindungi data pribadi ketika berinteraksi dalam gaya hidup digital:
Jaga informasi pribadi di media sosial
Hindari membagikan data pribadi, seperti tanggal lahir, alamat lengkap, nama ibu kandung, atau kode OTP di media sosial. Tren di media sosial yang seolah sederhana, seperti menunjukkan momen ulang tahun tanpa disadari bisa jadi celah bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan siber.
Hati-hati dengan label paket belanja online
Informasi pada label paket, seperti nama, nomor telepon, dan alamat lengkap, sering terabaikan. Data ini rawan untuk disalahgunakan. Untuk itu, pastikan selalu merobek atau menghapus informasi tersebut sebelum membuang kemasan.
BACA JUGA:
Waspadai tawaran voucher atau hadiah yang terlalu menggiurkan
Promo yang meminta data pribadi tanpa sumber jelas patut dicurigai. Ini bisa menjadi modus phishing untuk mencuri informasi Anda. Selain itu, pastikan perangkat Anda dilindungi dengan sistem keamanan yang selalu diperbarui.
Hindari penggunaan Wi-Fi publik untuk transaksi keuangan
Jaringan Wi-Fi publik rentan disusupi. Gunakan jaringan pribadi yang aman untuk transaksi pada saat berbelanja secara daring, dan pastikan perangkat Anda dilindungi sistem keamanan yang selalu diperbarui.
Abaikan customer service palsu di luar platform resmi
Waspada jika ada pihak yang mengaku sebagai customer service dan meminta Anda melakukan transaksi di luar platform resmi atau menawarkan hadiah dengan syarat pinjaman. Ini tanda penipuan. Transaksi resmi hanya dilakukan di platform e-commerce yang sudah terjamin keamanannya. Jangan pernah berikan data pribadi atau lakukan pembayaran di luar jalur resmi.