JAKARTA – Para eksekutif Meta menyadari bahwa TikTok berhasil unggul di pasar media sosial. Bahkan, dalam sebuah dokumen yang bocor, Meta menyadari bahwa Facebook telah dikalahkan TikTok.
Dokumen ini muncul pada 5 Mei lalu dalam gugatan antimonopoli yang diajukan Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS, dilansir dari laporan TechCrunch. Di dokumen tersebut, tercatat percakapan sejumlah eksekutif Meta pada Februari 2022.
Para eksekutif ini membahas tentang strategi dan posisi pasar Facebook serta Instagram. Meski Instagram meningkat secara signifikan, tak bisa dipungkiri bahwa Facebook telah 'kehilangan pangsa pasar' selama beberapa tahun terakhir.
Petinggi Meta pun mencatat bahwa dibandingkan dengan TikTok, platform video vertikal itu lebih populer karena menyajikan konten dengan 'konteks bersama'. Artinya, pengguna bisa menemukan minat yang sama dengan lebih mudah.
"Strategi yang paling alami dan berbeda bagi Facebook adalah menjadi permukaan penemuan default. Namun, menarik bahwa (TikTok) adalah 100 persen video dan mengalahkan kita dengan telak," tulis Kepala Instagram Adam Mosseri dalam laporan tersebut.
BACA JUGA:
Di tahun tersebut, Mosseri menduga bahwa TikTok akan semakin menguasai pasar seluler, bahkan menggantikan minat masyarakat terhadap tayangan, "TV, video berdurasi panjang, dan Netflix juga."
Faktanya, TikTok memang lebih diminati saat ini. Platform tersebut berhasil menyalip rata-rata waktu menonton YouTube. Bahkan, dalam sebuah studi, anak-anak muda diketahui menghabiskan 60 persen waktu menontonnya di TikTok dibandingkan YouTue.
Meski TikTok belum mengalahkan Netflix sepenuhnya, platform streaming film dan serial itu justru mengikuti langkah TikTok dengan meluncurkan tab khusus untuk menggulir cuplikan film. Tentu saja dalam format vertikal seperti TikTok.