Bagikan:

JAKARTA CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan bahwa revolusi robot humanoid akan terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan, bahkan dalam waktu kurang dari lima tahun. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato utama pada konferensi tahunan pengembang Nvidia di San Jose, California, di hadapan ribuan peserta, Selasa 18 Maret.

Dalam acara tersebut, Huang memperkenalkan berbagai perangkat lunak baru yang dirancang untuk membantu robot humanoid dalam bernavigasi di dunia nyata dengan lebih mudah. Menurutnya, kemajuan kecerdasan buatan (AI) akan segera terlihat jelas ketika robot-robot humanoid mulai berkeliaran dan digunakan secara luas di berbagai industri.

"Ini bukan lagi masalah lima tahun ke depan, ini hanya beberapa tahun lagi," kata Huang kepada para jurnalis usai pidatonya.

Huang menjelaskan bahwa industri manufaktur akan menjadi sektor pertama yang mengadopsi robot humanoid dalam skala besar. Hal ini dikarenakan tugas-tugas di pabrik sudah terdefinisi dengan baik dan dilakukan dalam lingkungan yang terkendali, sehingga lebih mudah untuk diotomatisasi.

"Saya pikir robot ini akan masuk ke pabrik lebih dulu. Alasannya, karena lingkungan kerja lebih terjaga dan tugasnya lebih spesifik," ujar Huang.

Ia juga menambahkan bahwa nilai ekonomi dari robot humanoid di pabrik sangat mudah dihitung. Menurutnya, harga sewa untuk satu robot humanoid diperkirakan mencapai  100.000 dolar AS (Rp1,6 miliar), angka yang dinilai cukup ekonomis jika dibandingkan dengan tenaga manusia.

Nvidia, yang kini memiliki valuasi hampir  3 triliun dolar AS, terus mendorong perkembangan AI dan komputasi tingkat lanjut untuk berbagai industri. Dengan kemajuan pesat dalam bidang AI dan robotika, kehadiran robot humanoid di berbagai sektor tampaknya hanya tinggal menunggu waktu.