JAKARTA – Sebagai platform besar, YouTube rentan disalahgunakan. Baru-baru ini, YouTube mengumumkan bahwa penjahat siber telah memanfaatkan CEO YouTube Neal Mohan dalam melakukan phishing.
Menurut laporan YouTube, penjahat tersebut menyebarkan video palsu yang menyertakan informasi perubahan sistem monetisasi. Platform video itu memperingatkan kreator untuk tidak percaya dengan video buatan Artificial Intelligence (AI) yang menampilkan wajah Mohan.
YouTube menegaskan bahwa mereka, termasuk karyawan yang bekerja di dalamnya, tidak akan menghubungi kreator dengan bentuk video pribadi, bahkan jika isi pesannya mengandung informasi penting.
Jika ada informasi yang menyertakan video CEO YouTube atau pejabat penting lainnya dari platform tersebut, video tersebut dipastikan phishing. Dengan begitu, kreator tidak boleh mengeklik tautan apa pun yang disertakan di dalamnya.
BACA JUGA:
"Jika ada video yang dibagikan secara pribadi dengan Anda yang mengaku berasal dari YouTube, video tersebut adalah penipuan phishing," kata YouTube. "Jangan pernah klik tautan dalam video ini dan Anda dapat melaporkan video tersebut."
YouTube tidak menjelaskan kreator di negara mana saja yang terdampak jenis penipuan ini. Namun, YouTube mengonfirmasi bahwa banyak pelaku phishing yang selalu menargetkan kreator dengan berpura-pura menjadi pihak YouTube.
Untuk menghindari penipuan tersebut, kreator diminta untuk selalu waspada dan memilah informasi yang mereka dapatkan. Jika kreator tidak sengaja mengetuk tautannya, penjahat mungkin akan memasang malware dan menyusup ke perangkat korban.