JAKARTA – Layanan pendidikan digital Meta for Education resmi tersedia untuk masyarakat umum mulai 26 Februari. Program pendidikan ini akan memanfaatkan headset Meta Quest melalui layanan Meta Horizon.
Dengan adanya program baru ini, para pendidik bisa mengakses aplikasi dan fitur khusus yang dirancang oleh Meta. Dukungan perangkat lunak ini tersedia untuk membantu para siswa dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih baik dan lebih interaktif.
Program ini diperkenalkan pertama kali pada April tahun lalu dengan janji menyediakan produk pendidikan untuk perangkat Quest pada akhir tahun 2024. Namun, Meta for Education baru diluncurkan tahun ini.
Meta for Education adalah solusi berbasis Meta Quest dengan dukungan layanan Meta Horizon. Meta akan menyediakan konten dari pihak ketiga, yang menarik serta interaktif, untuk mendukung metode pembelajaran yang lebih efektif dan berkesan.
Saat ini, Meta for Education hanya mendukung tiga mata pelajaran, yakni sains, sejarah, dan seni bahasa. Misalnya, saat mata pelajaran sains, para siswa bisa menjelajahi struktur molekul senyawa kimia di Quest 3. Jika mata pelajarannya sejarah, mereka bisa melihat peristiwa tertentu.
BACA JUGA:
"Pendidikan realitas campuran dan virtual berpotensi mengubah cara kita belajar dan mengajar. Berkat sifatnya yang imersif, realitas virtual dan campuran dapat memberikan siswa pengalaman langsung dan interaktif yang tidak mungkin dilakukan dengan cara lain," kata Meta.
Meta yakin bahwa platform yang mereka sediakan mampu meningkatkan minat belajar para siswa. Berdasarkan data 83 sekolah Inspired Education Group yang menggunakan teknologi immersive dalam belajar, 90 persen siswa dilaporkan lebih terlibat dalam belajar.
Tak hanya rasa ingin belajarnya yang lebih besar, tingkat kepercayaan diri pelajar terhadap pengetahuan mereka juga meningkat sebesar 35 persen. Oleh karena itu, Meta percaya bahwa Meta for Education berbasis Quest bisa menjadi alat pendukung belajar yang andal.