Bagikan:

JAKARTA - Seiring dengan tren adopsi Artificial Intelligence (AI) yang diprediksi semakin meningkat pada 2025, Lintasarta memperkuat perannya dalam pengembangan, integrasi, dan implementasi solusi berbasis infrastruktur AI berdaulat.

Director & Chief Commercial Officer Lintasarta, Fitrah Muhammad percaya bahwa industri perlu memanfaatkan implementasi AI secara optimal dalam mendukung pertumbuhan di berbagai sektor.

“Melalui akselerasi pemanfaatan AI, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat Indonesia melalui pelanggan bisnis kami,” kata Fitrah dikutip Rabu, 5 Februari. 

Selain itu, Fitrah juga mengatakan bahwa adopsi AI yang tepat dapat membantu pelaku bisnis memosisikan diri sebagai pemimpin di tengah bisnis yang semakin dinamis dan berorientasi pada teknologi digital. 

Ia meyakini, perusahaan yang mampu mengadopsi AI sejak dini akan memperoleh keunggulan kompetitif melalui pengambilan keputusan bisnis yang lebih cepat dan akurat. 

Dengan alasan tersebut, Lintasarta berkomitmen menghadirkan solusi AI yang adaptif dan scalable, membantu pelaku bisnis memanfaatkan setiap peluang di era teknologi digital.

Dalam mendukung akselerasi adopsi AI di Indonesia, Lintasarta telah meluncurkan GPU Merdeka sebagai GPU-as-a-Service (GPUaaS) yang menyediakan infrastruktur dan platform supercomputing cloud AI berdaulat yang pertama di Indonesia. 

Layanan ini melengkapi solusi 4C Lintasarta yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration sebagai pondasi utama adopsi AI di industri nasional. 

Lintasarta juga telah menghadirkan gerakan AI Merdeka, sebuah gerakan inisiatif untuk mempercepat pengembangan talenta lokal siap AI dan mengakselerasi pertumbuhan ekosistem AI yang kuat serta berkelanjutan di Indonesia