JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk membantah isu terkait rencana merger dengan perusahaan rivalnya yaitu Grab Holdings atau Grab.
Menyadari banyaknya spekulasi terkait kabar tersebut, pernyataan di dokumen keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary GoTo, R A Koesoemohadiani, menegaskan bahwa kabar tersebut tidaklah benar.
“Perseroan ingin memberikan klarifikasi bahwa tidak ada kesepakatan antara Perseroan dengan pihak manapun untuk melakukan transaksi merger sebagaimana telah diberitakan di media massa,” kata Koesoemohadiani.
Kabar ini pertama kali disampaikan oleh seorang sumber kepada Bloomberg, yang mengatakan bahwa kedua perusahaan itu sedang melakukan pembicaraan untuk menyelesaikan merger pada tahun 2025.
Dalam kabar tersebut, disebutkan bahwa Grab akan mengakuisisi seluruh saham GoTo dengan valuasi lebih dari 7 miliar dolar AS atau setara Rp114,52 triliun.
BACA JUGA:
Sumber tersebut mengatakan bahwa salah satu opsi yang dibahas adalah pembelian dalam bentuk saham, dengan harga per saham GoTo di atas Rp100 rupiah. Nilai tersebut mencerminkan premi sekitar 20 persen dari harga saham GoTo saat ini.
Kabar merger antara dua perusahaan itu sebelumnya juga sudah pernah dibagikan oleh DealStreetAsia dalam beberapa tahun terakhir. Menurut GoTo, kabar tersebut hanyalah spekulasi belaka.
“Perseroan mencatat bahwa berita yang sama juga beredar dari waktu ke waktu di masa lampau dalam beberapa tahun terakhir dan berita-berita tersebut adalah berdasarkan spekulasi,” pungkas Koesoemohadiani.