JAKARTA - Cardano (ADA), salah satu jaringan blockchain berbasis proof-of-stake (PoS) terbesar, berencana meluncurkan hard fork Plomin. Pada 18 Januari 2025, Input Output Global (IOG), pengembang utama teknologi Cardano, secara resmi memberikan lampu hijau untuk aktivasi hard fork Plomin di jaringan utama.
Sebagai informasi tambahan, hard fork dalam cryptocurrency adalah perubahan mendasar pada aturan jaringan blockchain sehingga melahirkan dua versi blockchain yang terpisah. Untuk memahami hal ini, bayangkan jalan bercabang dua: satu cabang adalah aturan lama, dan cabang lainnya adalah aturan baru. Demikian analogi tentang hard fork dalam kripto.
IOG mengonfirmasi bahwa semua persyaratan yang ditetapkan oleh Konstitusi Sementara telah terpenuhi, membuka jalan bagi aktivasi Plomin. Hard fork ini diharapkan membawa Cardano ke babak baru dalam ekosistemnya, dengan tata kelola yang lebih kuat dan berbasis komunitas.
Aktivasi Plomin melibatkan proses teknis yang ketat. Menurut IOG, sebanyak 85% stake pool yang mewakili stake aktif telah memperbarui perangkat lunak mereka ke versi terbaru Cardano (10.1.3 atau 10.1.4). Versi ini dirancang untuk mematuhi aturan baru yang ditetapkan oleh protokol, sesuai dengan panduan teknis HARDFORK-04.
Tim Kerja Hard Fork Intersect juga telah memberikan laporan kesiapan yang memastikan semua syarat teknis terpenuhi. Langkah ini menandai transisi penting Cardano ke fase Plomin sebagai langkah konstitusional yang signifikan.
BACA JUGA:
Ekosistem DeFi Cardano Tumbuh Pesat
Selain kemajuan teknis, ekosistem Decentralized Finance (DeFi) Cardano juga mencatat pertumbuhan yang signifikan. Data menunjukkan bahwa total nilai aset yang terkunci (Total Value Locked/TVL) Cardano di berbagai protokol DeFi meningkat dari 430 juta dollar AS (sekitar Rp 6,97 triliun) pada awal Januari menjadi 538 juta dollar AS (sekitar Rp 8,72 triliun) saat ini, naik 25% sejak awal tahun.
Tiga platform utama, yaitu Liqwid, MinSwap, dan Indigo, memberikan kontribusi terbesar, mencakup lebih dari 60% dari total TVL tersebut. Pertumbuhan ini mencerminkan minat yang terus meningkat dari komunitas dan investor terhadap potensi ekosistem Cardano.
Meskipun menunjukkan tren positif dalam pengembangan ekosistem, harga ADA saat ini mengalami penurunan sebesar 4,8% dalam 24 jam terakhir, berada di level 1,07 dollar AS (sekitar Rp 17.334). Namun, komunitas tetap optimistis bahwa pencapaian teknis seperti Plomin akan memperkuat posisi Cardano sebagai salah satu jaringan blockchain terdepan di dunia.