Bagikan:

JAKARTA - Sygnum adalah bank aset digital pertama di dunia yang beroperasi secara independen dan teregulasi. Sygnum memiliki kantor pusat di Zurich dan Singapura. Didirikan pada tahun 2017, Sygnum menawarkan berbagai layanan perbankan digital, termasuk perdagangan aset kripto, pinjaman dengan jaminan aset kripto, kustodi aset digital, dan layanan penghasilan bunga untuk klien institusional. 

Bank ini berfokus pada pemberdayaan investor institusional dan swasta yang memenuhi syarat, perusahaan, bank, dan lembaga keuangan lainnya untuk berinvestasi dalam ekonomi aset digital dengan kepercayaan penuh.

Sygnum baru-baru ini berhasil mengumpulkan dana sebesar 58 juta dolar AS (Rp940 miliar) dalam putaran pendanaannya. Dengan pencapaian ini, valuasi perusahaan melampaui 1 miliar dolar AS (Rp16,2 triliun). Itu artinya Sygnum mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi keuangan berbasis kripto terkemuka di dunia.

Pendanaan ini dipimpin oleh Fulgur Ventures, perusahaan modal ventura yang berfokus pada Bitcoin, bersama dengan sejumlah investor strategis, termasuk anggota tim Sygnum sendiri. Keberhasilan ini mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap potensi Sygnum di industri aset digital.

Saat ini Sygnum mengelola lebih dari 5 miliar dolar AS (Rp81 triliun) aset klien, dengan volume perdagangan yang meningkat lebih dari 1.000% pada 2024 dibandingkan tahun lalu. Pencapaian ini sebagian besar didorong oleh kerja sama strategis dengan PostFinance yang dimulai pada April 2023.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk ekspansi ke pasar Uni Eropa dan Wilayah Ekonomi Eropa (EU/EEA), serta memperkuat kehadirannya di Hong Kong. Selain itu, Sygnum berencana meningkatkan infrastruktur dan memperluas portofolio produk berbasis Bitcoin seperti ETF.

Tidak hanya itu saja, Sygnum juga terus berinovasi di sektor blockchain. Pada Juli 2024, mereka meluncurkan Sygnum Connect, jaringan penyelesaian multi-aset yang beroperasi 24/7. Layanan ini didukung oleh kemitraan dengan AsiaNext dan Hidden Road, yang memberikan solusi baru bagi klien institusional untuk berdagang di bursa kripto utama dengan keamanan tingkat tinggi.

CEO Sygnum, Mathias Imbach, menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan di sektor keuangan Swiss agar negara tersebut tetap kompetitif di era ekonomi digital. "Swiss tidak boleh kehilangan daya saingnya dalam dunia yang semakin digital," katanya, dikutip dari DailyHodl, Selasa 15 Desember.