Bagikan:

JAKARTA - Jim Cramer, tokoh terkenal di pasar keuangan, kembali menarik melontarkan prediksinya dengan mengatakan bahwa pasar kripto bakal hancur. Cramer, yang juga merupakan berprofesi sebagai pembawa acara di CNBC dengan program Mad Money, memiliki pengaruh besar di kalangan investor, termasuk di pasar kripto. 

Alih-alih peringatan Cramer tentang potensi kehancuran pasar ini diamini publik, namun yang terjadi justru sebaliknya. Hal ini terbukti dengan banyaknya investor yang menyambut potensi terjadinya pembalikan arah pasar kripto. 

Pada Senin 13 Januari, Cramer menulis di platform X bahwa pasar akan mengalami "pembukaan yang mengerikan" dan memperingatkan "akan ada kerugian besar yang datang". 

Postingan itu langsung direspon publik dengan lebih dari 850.000 tayangan, serta 1.800 kali dibagikan dan 1.300 komentar. Namun, yang menarik, mayoritas komentar justru tidak mencerminkan kekhawatiran mereka, malah banyak yang merayakan prediksi tersebut. 

Sikap publik tersebut terbilang cukup wajar, mengingat fenomena yang dikenal dengan istilah Inverse Cramer Index, yang mengindikasikan bahwa pasar justru sering bergerak berlawanan dengan apa yang diprediksi oleh Jim Cramer.

Inverse Cramer Index telah digunakan selama bertahun-tahun oleh investor sebagai barometer untuk melihat apakah pasar akan bergerak berlawanan dengan apa yang diperkirakan Cramer. 

Bahkan, ada produk exchange-traded fund (ETF) bernama SJIM yang berinvestasi berdasarkan hal ini, dengan strategi untuk mendapatkan keuntungan dari prediksi yang salah oleh Cramer. Oleh karena itu, banyak investor yang justru merasa optimistis setelah mendengar prediksi Cramer tentang kemungkinan kehancuran pasar.

Meski begitu, data dari Coinglass menunjukkan bahwa pasar kripto memang tengah mengalami tekanan. Sebanyak 400 juta dolar AS (Rp6,48 triliun) likuidasi tercatat pada hari Senin. Sejumlah analis bahkan memperkirakan harga Bitcoin bisa jatuh lebih rendah, bahkan mencapai 77.000 dolar AS (Rp1,2 miliar) jika pola grafik menunjukkan tanda-tanda pembalikan negatif. 

Bersamaan dengan itu, laporan dari CoinGape menilai sebagian analis kripto optimistis Bitcoin dapat bertahan di level support 90.804 dolar AS (Rp1,47 miliar) dan berpotensi mencatatkan harga tertinggi baru melebihi 108.000 dolar AS (Rp1,75 miliar).