Bagikan:

JAKARTA - Floki (FLOKI), memecoin bertema anjing, berhasil meluncurkan kartu debit yang memungkinkan penggunanya untuk membelanjakan aset digital mereka di jutaan merchant di seluruh dunia. 

Ini adalah hasil kerja sama dengan dua raksasa pembayaran internasional, Visa dan Mastercard, yang menjadikan kartu debit Floki sebagai salah satu inovasi besar dalam mendorong adopsi kripto di kalangan masyarakat umum.

Fitur Utama Kartu Debit Floki

Kartu debit Floki tersedia dalam dua pilihan: fisik dan virtual. Untuk kartu fisik, pengguna akan dikenakan biaya satu kali sebesar 32 euro (sekitar Rp512 ribu) ditambah ongkos pengiriman, sementara untuk kartu virtual, biayanya lebih murah, yakni 10 euro (sekitar Rp160 ribu). Selain itu, ada biaya top-up sebesar 2 persen setiap kali pengguna mengisi saldo kartu mereka.

Kartu debit ini mendukung berbagai aset kripto populer seperti FLOKI, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), USDT, USDC, BNB, dan Solana (SOL), dan memungkinkan penggunanya untuk langsung mengisi saldo dengan menggunakan kripto tersebut. Yang menarik, kartu ini tidak mengenakan biaya transaksi atau biaya konversi mata uang, kecuali biaya transaksi blockchain.

Saat ini, kartu debit Floki telah tersedia di 32 negara di Eropa, dengan rencana untuk diperluas ke lebih banyak negara. Namun, kartu ini tidak tersedia di negara-negara yang dikenakan sanksi oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC) atau wilayah yang dibatasi oleh bank penerbit atau Mastercard.

Seiring peluncuran kartu debit ini, kapitalisasi pasar Floki kini bernilai lebih dari 2,7 miliar dolar AS (Rp43,2 triliun) dan volume perdagangan harian lebih dari 1,4 miliar dolar AS (Rp22,4 triliun). Ekosistem Floki juga semakin berkembang dengan hadirnya berbagai fitur anyar, termasuk FlokiFi DeFi, game Valhalla, dan marketplace NFT FlokiPlaces.