Komentar Deddy Corbuzier Soal Pistol yang Digunakan Teroris: Bagaimana Bisa Seseorang Dicuci Otaknya, Pakai Senjata Mainan
Tangkapan layar kanal YouTube Deddy Corbuzier

Bagikan:

JAKARTA - YouTuber Deddy Corbuzier ikut mengomentari aksi teroris yang masuk ke dalam kompeks Markas Besar (Mabes) Polri. Termasuk senjata apa yang digunakan oleh pelaku hingga berani mengancam anggota Polisi di Pos Penjagaan.

"Ada tembakan-tembakan lalu rubuh jatuh. Intinya ada orang meninggal. Ini aksi terorisme," ujarnya dalam podcast #ClosetheDoor yang tayang di kanal Youtubenya, pada Rabu malam, 31 Maret. 

Menurut Deddy, sering orang mengatakan terorisme itu tidak ada agamanya. Tapi ketika orang melakukan serangan teroris, acap kali mengucapkan sesuatu yang berdasarkan keyakinannya. 

Di sisi lain, ayah dari Azka Corbuzier ini menyoroti senjata yang dipegang ZA itu, yakni airsoft gun. Menurutnya, paham radikal yang dianut oleh terduga teroris tersebut merupakan hal yang bodoh. 

"Ini buat nembak orang enggak mati. Pertanyaan terbesarnya adalah kalau ini benar, si orang ini tahu tidak kalau senjata yang dibawa itu senjata airsoft," ujarnya.

"Bagaimana seseorang bisa mencuci otak orang, pakai senjata mainan, masuk ke kantor polisi, nembakin polisi yang memakai senjata berpeluru tajam. Lu pikir lu siapa? Rambo?" ujarnya. 

Sebaliknya, jika ZA mengetahui senjata yang dipakainya adalah senjata mainan dan tidak mematikan sedangkan dia sendiri tewas, kata Deddy, siapa orang yang mau bertindak sebodoh ini. 

"Gua enggak tahu dia dijanjikan apa. Ini malah kepercayaan yang ditanamkan orang yang radikal. Kalau tidak ada radikalisme, ini apa? Yang mengajarkan orang melakukan hal ini apa?" paparnya.

"Siapa yang mau dan tahu masuk ke kantor polisi, terus melakukan ini tahu bakal mati dan pistol yang dipakai gak bisa melukai siapapun." pungkas Deddy.

Apapun tindakannya, kata Deddy, aksi teroris di Mabes Polri itu menakutkan masyarakat. Menurutnya aksi serupa bisa saja terjadi dikemudian hari, meski senjata yang digunakan airsoft gun. 

Sebelumnya diberitakan, identitas terduga teroris yang ditembak mati karena memaksa masuk ke Bareskrim Polri, Rabu, 31 Maret tersebar di lini massa. Dari data itu, pelaku adalah wanita, dan masih berstatus pelajar pada sebuah perguruan tinggi.

Wanita kelahiran Jakarta 1995 berinisial ZA ini masuk ke dalam lingkungan Mabes Polri pada sore hari. Pelaku ditembak mati pada pukul 16.30 WIB. Dalam video yang beredar, si pelaku sempat menodongkan pistolnya ke arah petugas sebelum akhirnya perempuan tersebut ditembak mati.