Bagikan:

JAKARTA - Teknologi kecerdasan buatan atau AI Generatif sedang hangat menjadi perbincangan saat ini. Tidak hanya perusahaan teknologi besar saja, namun sudah banyak perusahaan yang menggunakan AI Generatif untuk mendorong performa bisnis merek. 

"Sejak Google Cloud meluncurkan kemampuan AI generatif terbaru, Google menghadiri sejumlah pertemuan dengan organisasi untuk membahas bagaimana mereka dapat membawa teknologi tersebut ke dalam bisnis mereka," kata Megawaty Khie, Regional Director, Indonesia and Malaysia, Google Cloud dalam blog Google. 

Khie menjelaskan setidaknya ada lima kesalahpahaman yang sering Google temukan dalam membantu perusahaan dalam penggunaan teknologi AI. Begini penjelasannya:

Satu model untuk menguasai semuanya

Pemahaman tentang menggunakan satu model bahasa besar (LLM) atau satu jenis model AI generatif akan menggeneralisasikan semua kasus adalah mitos. Pasar teknologi kini banyak dikendalikan oleh segelintir perusahaan. Sifat dasar AI generatif, terutama untuk perusahaan, akan menunjukkan ribuan model atau lebih.

Alasannya beragam, yang jelas adalah karena setiap industri atau departemen memiliki cara yang berbeda untuk mengungkapkan pengetahuan mereka, maka memilih model AI yang sesuai adalah hal yang perlu diperhatikan.

Lebih besar lebih baik

Model AI generatif menghabiskan banyak sumber daya komputasi. Biaya komputasi yang berpotensi tinggi adalah salah satu alasan mengapa menggunakan model yang tepat untuk suatu pekerjaan itu sangat penting. Semakin besar modelnya, semakin banyak biaya untuk kueri.

Google menyarankan agar perusahaan bisa lebih selektif dalam memutuskan seberapa banyak IQ yang dibutuhkan sebuah model untuk penggunaannya. Sehingga, perusahaan tidak menghabiskan uang untuk hal yang percuma.

Hanya saya dan bot saya

Sama seperti gerakan "bring your own device" dan "bring your own app" di masa lalu yang menimbulkan kekhawatiran "shadow IT", beberapa lembaga keuangan telah menutup akses ke AI generatif yang tersedia untuk umum, karena khawatir model ini dapat membocorkan informasi hak milik.

"Katakanlah sebuah bank sedang menjajaki merger untuk klien industri besar, dan seseorang di departemen merger dan akuisisi (M&A) menanyakan model publik dan bertanya: "Apa saja target pengambilalihan yang baik untuk Perusahaan XYZ?" Jika informasi itu berkontribusi pada data pelatihan model publik, layanan dapat dilatih untuk menjawab pertanyaan ini untuk siapa saja. Secara default, layanan Google Cloud AI tidak menggunakan data pribadi seperti ini," jelas Khie. 

Sebagian besar perusahaan khawatir keamanan pertanyaan yang mereka ajukan kepada teknologi AI, konten yang dilatih oleh teknologi AI, dan hasilnya.

Apakah saya dapat selalu mempercayai bot saya

Keakuratan dan keandalan adalah salah satu perhatian terbesar dengan teknologi baru ini. Algoritma dirancang untuk memberikan jawaban apa pun yang terjadi, dan dalam beberapa kasus, model AI generatif dapat menghasilkan jawaban yang tidak benar.

Menurut Google, sangat penting bagi perusahaan untuk menggunakan model dan arsitektur teknologi berdasarkan data mereka. Sebagian besar model AI generatif publik mengabaikan persyaratan data perusahaan ini, yang bisa berbahaya, terutama di regulated industry.

Tanyakan bot saya tentang apa saja

Beberapa pemimpin bisnis semakin tertarik untuk membangun semua informasi mereka menjadi LLM, sehingga dapat menjawab semua pertanyaan, baik itu di tingkat organisasi atau tingkat global.

Setelah sebuah perusahaan memikirkan bagaimana mereka dapat menjaga informasi mereka tetap pribadi dan faktual, mereka dengan cepat menyadari langkah selanjutnya: Bagaimana cara mengatur siapa yang dapat mengajukan pertanyaan kepada model saya, dan pada tingkat apa?