Bagikan:

JAKARTA – Sandal bermerk Birkenstocks yang kerap dikenakan mendiang Steve Jobs semasa mendirikan perusahaan raksasa teknologi Apple pada 1970-an hingga 1980-an telah mendapat 19 tawaran. Hingga akhirnya sandal Birkenstocks itu terjual di harga 218.750 dolar AS (setara Rp3,4 miliar) oleh seorang pembeli yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pembelian tersebut dilakukan disebuah rumah lelang terkemuka yang berbasis di California, Julien’s Auction. Pelelangan sandal milik Steve Jobs dilakukan selama tiga hari, mulai 11 November hingga 13 November. Harga awal sandal Birkenstocks itu dibanderol senilai 60.000 dolar AS (Rp942 juta).

Kendati begitu, para penawar mengajukan tawaran mulai dari 15.000 dolar AS (setara Rp235 juta) hingga 175.000 dolar (sekitar Rp2,7 miliar). Harga akhir adalah harga tertinggi yang pernah dibayarkan seseorang untuk sepasang sandal di pelelangan, menurut rumah lelang Julien’s Auction. Selain itu, jejak kaki pada sandal bukanlah satu-satunya hal yang membuat sandal ini bernilai.

“Steve Jobs mengenakan sandal ini selama banyak momen penting dalam sejarah Apple. Pada tahun 1976, dia merintis awal mula komputer Apple di garasi Los Altos dengan salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak sambil sesekali mengenakan sandal ini,” menurut keterangan Julien’s Auction dalam keterangan di website resminya.

Kisah Kepemilikan Sandal Birkenstocks

Sepasang sandal Birkenstock ini sebelumnya dimiliki oleh Mark Sheff, manajer rumah Steve Jobs. Dalam sebuah artikel dengan Business Insider, Sheff menyatakan bahwa dia memperoleh Birkenstock ini dan barang-barang lainnya karena, "dia [Jobs] menyimpan sangat sedikit barang.”

“Kami menyimpan beberapa, berbagi beberapa (barang) dengan penata taman dan teman-teman dan membawa beberapa ke Goodwill. Koleksi yang kami miliki cukup acak,” tambahnya. Selain itu, Sheff menyatakan dalam sebuah artikel dengan Vogue bahwa Steve Jobs telah menciptakan sandalnya sendiri pada tahun 1970-an karena dia adalah seorang "pendukung lingkungan, alternatif dan New Age."

Steve Jobs mengenakan sandal ini selama banyak momen penting dalam sejarah Apple. Pada tahun 1976, dia meretas awal mula komputer Apple di garasi Los Altos bersama salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak sambil sesekali mengenakan sandal ini. Margot Fraser, yang membawa merek ini ke Amerika Serikat adalah salah satu orang yang pertama kali dipanggil Steve untuk mencoba sandal ikonik ini. Margot menyebutkan bahwa, “Ia tertarik pada bentuk asalnya, ia ingin mengetahui segala sesuatu tentang bahannya dan ia juga tertarik pada sisi teknisnya.”

Sandal ini telah menjadi bagian dari berbagai pameran, termasuk tetapi tidak terbatas pada Salone del Mobile di Milano, Italia pada tahun 2017, di Kantor Pusat Birkenstock di Rahms, Jerman pada tahun 2017, di toko pertama Birkenstock di Amerika Serikat di SoHo, New York, di IMM Koln, pameran furnitur di Cologne, Jerman, Zeit Event Berlin untuk majalah Die Zeit pada tahun 2018, dan yang paling baru adalah dengan Museum Sejarah Wurttemberg di Stuttgart, Jerman.

Selama pameran sandal dengan perusahaan Birkenstock, mantan mitra Steve Jobs (dan ibu dari anak pertama Steve Jobs, Lisa Brennan-Jobs) Chrisann Brennan berkesempatan untuk melihat, memegang dan berbicara tentang pakaian ikonik ini saat difilmkan. Dia menjadi emosional dan bersemangat untuk bertemu kembali dan memegang sandal ikonik Steve Jobs setelah tiga dekade, dalam sebuah wawancara dengan Vogue berjudul "Apple Meets Birkenstock".

“Sandal itu adalah bagian dari sisi sederhananya. Sandal itu adalah seragamnya. Hal yang hebat tentang seragam adalah Anda tidak perlu khawatir tentang apa yang akan dikenakan di pagi hari," kata Brennan.

“Ia tidak akan pernah melakukan atau membeli apa pun hanya untuk menonjol dari yang lain. Dia hanya yakin akan kecerdasan dan kepraktisan desain serta kenyamanan memakainya. Dan dengan Birkenstocks, ia tidak merasa seperti seorang pengusaha, jadi ia memiliki kebebasan untuk berpikir kreatif,” tambahnya.

Selain sandal fisik, Birkenstocks juga tersedia dalam bentuk digital, yaitu NFT yang menampilkan representasi digital 360° dari sandal yang dikenakan Steve Jobs itu. Versi digitalnya juga menampung jejak kaki Jobs. Kemudian, ada juga sebuah buku yang ditulis oleh Jean Pigozzi yang berjudul The 213 Most Important Men in My Life turut disertakan. Ini membuat harganya melambung tinggi dan hanya dimiliki oleh satu-satunya pembeli di rumah lelang Julien’s Auction.