Bagikan:

JAKARTA - Dua hasil riset tentang reaktor membran oleh tim Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dipimpin Prof Muthia Elma berhasil lolos seleksi program bantuan biaya pendaftaran permohonan paten dan pemeriksaan substantif paten unggulan berpotensi Kekayaan Intelektual (UBER-KI).

"Alhamdulilah hasil seleksi baik perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, kami loloskan dua judul riset untuk meraih pendanaan Kemendikbudristek tahun 2022," kata Muthia di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu, 3 September kepada Antara.

Muthia bersama 120 peserta yang berhasil lolos seleksi telah mengikuti pendampingan draft UBER-KI oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta yang diselenggarakan Kemendikbudristek.

Adapun judul paten sederhana “Reaktor Membran Multi-Saluran Dengan Aliran Silang” dan “Reaktor Membran Elektrodialisis Terbalik Menggunakan Elektroda Tembaga” yang diajukan Prof Muthia dalam program UBER-KI merupakan hasil penelitian mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik ULM dan anggota M2ReG (Materials and Membranes and Research Group) yaitu Dwi Reksa Lamandau, Siti Fatimah, Zaini Lambri Assyaifi, dan Aulia Rahma di bawah bimbingan Prof Muthia Elma sendiri.

Paten dengan judul Reaktor Membran Multi-Saluran Dengan Aliran Silang merupakan suatu rangkaian alat yang didesain khusus oleh Prof Muthia untuk diaplikasikan dalam pengolahan air bersih.

Sedangkan paten Reaktor Membran Elektrodialisis Terbalik Menggunakan Elektroda Tembaga adalah alat yang diperuntukkan untuk menghasilkan listrik dari air rawa asin menggunakan membran.

Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Kimia Fakultas Teknik ULM ini memang dikenal memiliki keahlian di bidang membran khususnya untuk pengolahan air.

​​​​​​​Muthia menyebutkan penyusunan draft paten juga didukung dari beberapa kegiatan hibah penelitian yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kemendikbudristek dan Research Prize 2021 National Battery Research Institute (NBRI) bekerja sama dengan Queen Marry University of London dan British Council.

Program UBER-KI merupakan program bantuan kepada para dosen di seluruh Indonesia berupa pemberian pelatihan tentang penulisan paten, bimbingan dan konsultasi pembuatan dokumen permohonan paten oleh tim pakar, serta bantuan pendanaan oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ditjen Diktiristek, Kemendikbudristek.

Melalui program UBER-KI yang diselenggarakan satu kali dalam setahun dapat membantu kalangan akademisi dan peneliti untuk mendapatkan perlindungan untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) khususnya paten dan paten sederhana dari hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan.