Jangan Macam-macam! Nama Dogecoin Sudah Terdaftar Sebagai Merek Dagang dan Tidak Bisa Digunakan oleh Pihak Lain
Dogecoin resmi jadi hak dagang setelah mendapatkan hak paten. (Foto; Kanchanara - Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA -  Nama Dogecoin (DOGE) sudah terdaftar sebagai merek dagang di Uni Eropa. Hal tersebut disampaikan oleh Yayasan Dogecoin melalui Twitter resminya Dogecoin Foundation @DogecoinFdn pada 3 Maret 2022. Postingan tersebut melampirkan sertifikat dari European Union Intelectual Property Office (EUIPO) tertanggal 13 Januari 2022 dengan nomor 018553489.

Dengan adanya sertifikat tersebut, artinya nama Dogecoin (DOGE) tidak dapat digunakan oleh pihak lain. Ini merupakan hal positif bagi komunitas untuk memperkuat Dogecoin supaya terhindar dari aksi peniruan yang dilakukan oleh berbagai pengembang koin meme lain di industri kripto.

Mengomentari postingan tersebut, anggota dewan eksekutif Yayasan Dogecoin, Jens Wiechers, mengatakan di utas tweet bahwa ini merupakan upaya agar koin meme tersebut tidak digunakan oleh orang-orang yang tidak terafiliasi dengan Dogecoin.

“Masalahnya tidak (dan tidak pernah) digunakan dalam meme, dan lain-lain, tetapi upaya oleh orang-orang yang sama sekali tidak terafiliasi dengan Dogecoin untuk mendaftarkan mereka, yang hanya benar-benar masuk akal jika mereka ingin memeras komunitas atau proyek Dogecoin, pengembang, yayasan, dll. secara langsung.”

Dogecoin Foundation merupakan yayasan Dogecoin yang kembali dihidupkan pada Agustus 2021 lalu. Sejak diluncurkan pada 2014, pengembang Dogecoin belum mendaftarkan nama Dogecoin untuk mendapat perlindungan hukum atas merek dagang tersebut.

Di Kantor Paten dan Merek Dagan AS, nama yang didaftarkan harus bersaing dengan setengah lusin nama serupa lainnya. Bahkan nama Dogecoin digunakan oleh 100 kripto lebih di industri kripto, padahal mereka tidak terafiliasi dengan Dogecoin.  

Dengan adanya pengumuman sertifikat merek dagang atau trademark Dogecoin, pihak lain tidak diperbolehkan menggunakan merek yang sudah ada. Selain itu, pihak lain juga tidak diperkenankan untuk membuat ulang merek yang sudah ada. Ini merupakan upaya yayasan Dogecoin untuk melindungi nama produknya sendiri.

Imbas dari konsekuensi tersebut, Direktur Dogecoin Foundation, Ross Nicoll, terpaksa harus mengundurkan diri karena dia kewalahan dan tertekan. Nicoll juga mengatakan adanya konflik kepentingan dengan posisinya di perusahaan raksasa teknologi lain, Alphabet. Dia juga memaparkan bahwa Dogecoin Foundation berada dalam lingkungan yang sangat menantang.

Kendati begitu, Nicoll tidak lepas tangan dari yayasan Dogecoin. Dia tetap bakal tetap menjadi salah satu dewan penasihat Dogecoin Foundation. Ross Nicoll merupakan sosok yang berperan penting dalam bangkitnya yayasan koin meme tersebut.