JAKARTA – laporan singkat dari Reuters di Pameran otomotif Beijing Auto Show yang berlangsung pekan ini memberi tamparan keras bagi industri otomotif Barat yang didominasi produsen dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
Harga-harga mobil listrik di China disebut tak masuk akal sekaligus menyoroti ekstremnya persaingan harga di pasar otomotif China. Di saat konsumen di Amerika Serikat (AS) harus merogoh kocek dalam-dalam untuk sebuah kendaraan baru, konsumen di China justru dimanjakan dengan pilihan mobil listrik (EV) yang harganya hanya "seujung kuku" dari harga di Barat.
Menurut data Kelley Blue Book, rata-rata harga mobil baru di Amerika Serikat pada Maret lalu mencapai 51.456 dolar AS (sekitar Rp887 juta).
Di sisi lain, platform perdagangan DCar mencatat ada lebih dari 200 model mobil bertenaga baterai (termasuk hybrid) di China yang dijual dengan harga di bawah 25.000 dolar AS (sekitar Rp431 juta). Bahkan, dengan uang setara harga satu mobil rata-rata di AS, seorang konsumen di China secara teknis bisa membeli lima unit mobil listrik terlaris sekaligus.
BACA JUGA:
Pasalnya, pasar otomotif China kini didominasi oleh deretan mobil listrik murah yang menawarkan teknologi modern dengan harga di bawah 12.000 (sekitar Rp206 jutaan), seperti Geely EX2 atau "Star Wish" yang menjadi kendaraan terlaris sepanjang 2025. Meskipun berukuran mungil, Geely EX2 dinilai memiliki kualitas kabin mewah dengan fitur layar sentuh besar dan telah mulai diekspor ke berbagai negara termasuk Indonesia. Selain itu, Wuling Hongguang MiniEV tetap menjadi primadona komuter perkotaan karena harganya yang paling terjangkau, di mana model terbarunya kini hadir dengan desain empat pintu yang lebih lega meskipun tetap memiliki dimensi sangat ringkas.
Dominasi produsen BYD juga sangat kuat di segmen ini melalui tiga model andalannya yang mencatatkan penjualan hingga 700.000 unit dalam setahun terakhir. BYD Seagull menjadi sorotan karena kini dilengkapi teknologi sensor Lidar untuk bantuan mengemudi otomatis serta perbaikan fitur pada model 2026. Di sisi lain, BYD Yuan UP menawarkan alternatif berupa desain SUV yang lebih kokoh, sementara BYD Qin Plus DM memberikan solusi bagi konsumen yang membutuhkan mobil dengan dimensi lebih besar namun tetap dengan harga yang sangat ekonomis.