Penjualan Mobil Listrik 2025 Melonjak Tinggi di Indonesia, Naik 141 Persen
JAKARTA – Pasar mobil listrik di Indonesia benar-benar “tancap gas” sepanjang 2025. Pertumbuhannya bahkan melesat hingga 141 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini memperlihatkan minat masyarakat terhadap kendaraan tanpa emisi semakin kuat dan pasar mulai bergerak ke arah elektrifikasi secara serius.
Melihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Selasa, 13 Desember, wholesales (pabrik ke dealer) sepanjang 2025 total distribusi mobil listrik nasional mencapai 103.931 unit. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 43.188 unit, atau naik 141 persen.
Jika ditarik lebih jauh, perubahan pasar ini juga terlihat drastis dalam lima tahun terakhir, dari yang sebelumnya hanya ratusan unit kini melesat hingga menembus ratusan ribu unit. Ini tak lepas dari banyaknya merek baru, pada 2020 mobil listrik cuma terjual 125 unit saja.
Hasil apik lainnya, wholesales mobil nasional sepanjang 2025 tercatat 803.687 unit. Dengan kontribusi 103.931 unit, mobil listrik kini sudah menguasai pangsa pasar 12,93 persen.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa mobil listrik bukan lagi sekadar segmen kecil, melainkan mulai menjadi arus utama. Jika ditelisik dari performa bulanan, tren mobil listrik sepanjang 2025 berjalan menarik.
Pada awal tahun, pasar masih bergerak pelan, distribusi Januari dan Februari berada di kisaran 2.500 sampai 5.000 unit. Lonjakan pertama terjadi pada Maret dengan catatan 9.143 unit, yang diduga dipengaruhi pengiriman unit hasil pesanan dari pameran otomotif awal tahun.
Setelah itu, pasar sempat memasuki fase yang lebih stabil di pertengahan tahun. Angkanya cenderung konsisten pada rentang 5.000 hingga 6.000 unit per bulan.
Namun, kejutan sesungguhnya muncul di kuartal keempat, di Oktober dan November menjadi periode ketika distribusi menembus belasan ribu unit per bulan. Sebelum akhirnya mencapai puncaknya pada Desember 2025.
Menutup tahun, Desember mencatat distribusi 21.821 unit, angka yang terbilang spektakuler karena lebih besar dibanding total penjualan mobil listrik sepanjang 2023 dengan 17 ribuan unit. Ledakan distribusi di akhir tahun ini sekaligus mempertegas bahwa pasar mobil listrik Indonesia tengah memasuki fase percepatan.
BACA JUGA:
Data wholesales mobil listrik sepanjang 2025:
Januari: 2.580 unit
Februari: 5.203 unit
Maret: 9.143 unit
April: 8.305 unit
Mei: 6.478 unit
Juni: 6.867 unit
Juli: 5.828 unit
Agustus: 6.345 unit
September: 4.110 unit
Oktober: 13.899 unit
November: 13.352 unit
Desember: 21.821 unit