Bagikan:

JAKARTA - Mengemudi dengan hati-hati bukan jaminan mobil akan aman ketika ditinggalkan di area parkir. Menjawab potensi risiko tersebut, Ford tengah mengembangkan teknologi baru yang memungkinkan kendaraan mendeteksi ancaman di sekitarnya dan bergerak sendiri untuk menghindari tabrakan.

Teknologi itu terungkap melalui dokumen paten terbaru bernomor US12617393B2 yang memuat sistem bernama “System for Detecting Moving Objects”. Sistem ini dirancang untuk memantau berbagai ancaman di sekitar kendaraan yang sedang terparkir, mulai dari troli belanja yang meluncur tanpa kendali, mobil lain yang mundur terlalu cepat, hingga kendaraan yang tergelincir di permukaan licin.

Dalam konsep tersebut, kendaraan akan memanfaatkan kamera eksternal, sensor, serta perangkat lunak internal untuk memantau objek di sekelilingnya. Sistem kemudian menghitung kemungkinan tabrakan berdasarkan arah dan pergerakan objek yang terdeteksi.

Apabila potensi benturan ditemukan, mobil terlebih dahulu akan memberikan peringatan melalui lampu, klakson, atau notifikasi lainnya guna memperingatkan objek maupun orang yang mendekat. Namun, fitur itu hanya dapat bekerja jika masih tersedia cukup waktu sebelum benturan terjadi.

Menariknya, Ford juga menyiapkan skenario yang lebih futuristis. Bila sistem menilai tabrakan tak dapat dihindari dengan cara biasa dan terdapat ruang aman di sekitar kendaraan, mobil dapat bergerak otomatis untuk berpindah posisi demi menghindari benturan. Dengan kata lain, teknologi keselamatan aktif ini tetap bekerja meski tidak ada pengemudi di dalam kendaraan.

Melansir Carscoops, Senin, 11 Mei, jika benturan tetap tidak bisa dihindari, sistem disebut mampu merekam kejadian menggunakan kamera kendaraan sebagai dokumentasi insiden. Meski terdengar canggih, belum ada kepastian teknologi tersebut akan benar-benar hadir pada model produksi Ford di masa depan.

Juru bicara Ford menjelaskan bahwa pengajuan paten merupakan hal lazim dalam industri otomotif untuk melindungi inovasi dan pengembangan teknologi perusahaan. Artinya, meskipun peluang teknologi ini diwujudkan tetap terbuka, kehadirannya kemungkinan masih membutuhkan waktu panjang sebelum benar-benar digunakan pada mobil produksi massal.

“Pengajuan permohonan paten adalah bagian normal dari setiap bisnis yang kuat karena proses ini melindungi ide-ide baru dan membantu kami membangun portofolio kekayaan intelektual yang kuat,” kata juru bicara Ford kepada Ford Authority.

“Ide-ide yang dijelaskan dalam permohonan paten tidak boleh dianggap sebagai indikasi rencana bisnis atau produk kami. Terlepas dari apa pun yang diuraikan dalam permohonan paten, kami akan selalu mengutamakan pelanggan dalam pengambilan keputusan di balik pengembangan dan pemasaran produk dan layanan baru," lanjutnya.