Bagikan:

JAKARTA - Kemajuan teknologi kendaraan pintar kembali mencuri perhatian publik. Baru-baru ini, blogger otomotif ternama asal China Sun Jun, membagikan kisah unik melalui platform Weibo tentang seorang pemilik mobil Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) yang berhasil memindahkan kendaraannya dari jarak ribuan kilometer.

Dalam unggahannya, Sun Jun menceritakan bagaimana pemilik kendaraan tersebut menggunakan fitur kontrol parkir jarak jauh saat mobilnya berada di Shenzhen, China. Padahal, dirinya sedang berada di Vietnam.

Lewat aplikasi ponsel, sang pemilik sukses memindahkan mobil ke lokasi parkir baru tanpa harus berada di dekat kendaraan. Fitur yang digunakan dikenal sebagai VPD (Vehicle Parking Driver) yang terintegrasi dalam sistem Qiankun ADS milik Huawei.

Teknologi ini memungkinkan pengguna mengendalikan mobil dari jarak jauh untuk memarkir otomatis atau memanggil kendaraan ke titik tertentu. Tak hanya itu, VPD juga mendukung berbagai skenario kompleks, mulai dari penggabungan jalur otomatis, penghindaran pejalan kaki, mundur untuk memberi jalan, hingga bernavigasi di sekitar rintangan dengan bentuk tak beraturan.

Pemilik mobil mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa memindahkan kendaraan dan mencoba mengandalkan fungsi VPD untuk mencari tempat parkir baru. Hasilnya, mobil tersebut mampu bergerak sendiri meski pemilik dan kendaraan berada di dua negara berbeda.

Berdasarkan jejak pergerakan, kendaraan berpindah sejauh 12 meter dalam waktu total 44 detik, lalu berhenti dengan rapi di area parkir baru yang berada di seberang jalan. Sebagaimana dilansir dari Carnewschina, Senin, 26 Januari.

Huawei turut membeberkan capaian sistem Qiankun ADS, hingga 15 Januari 2026, teknologi ini telah mencatat jarak tempuh bantuan mengemudi kumulatif sebesar 7.282.754.951 kilometer. Sepanjang 2025, ADS berhasil mencegah sekitar 2,12 juta potensi risiko tabrakan, sementara fitur bantuan parkir telah digunakan hingga 330 juta kali.

Di China, rata-rata jarak tempuh sebelum terjadinya tabrakan serius yang memicu airbag atau perangkat keselamatan lainnya berada di angka 1,8 juta kilometer. Namun, pada kendaraan yang dibekali Huawei Qiankun ADS dalam mode mengemudi manual, jarak tersebut meningkat 2,72 kali lipat menjadi 4,9 juta kilometer.

Saat berada dalam mode mengemudi berbantuan, angkanya melonjak hingga 6,44 juta kilometer atau 3,58 kali lebih tinggi dari rata-rata nasional. Tak hanya soal keselamatan, dominasi Qiankun ADS juga terlihat dari pangsa pasarnya.

Hingga akhir September 2025, sistem ini menguasai hampir 28 persen pasar kendaraan yang dilengkapi fitur bantuan navigasi perkotaan di China. Artinya, dari setiap tiga mobil dengan teknologi tersebut, satu di antaranya telah menggunakan Qiankun ADS milik Huawei.