Bagikan:

JAKARTA - Mercedes-Benz bergerak maju untuk menaklukkan salah satu hambatan terbesar dalam adopsi mobil listrik secara massal: durasi pengisian daya.

Pabrikan mewah asal Jerman ini berambisi membuat proses isi ulang daya secepat dan senyaman mengisi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Untuk mencapai tujuan ambisius ini, mereka meluncurkan laboratorium berjalan canggih yang disebut Experimental-Lade-Fahrzeug (ELF), sebuah van berbasis V-Class yang dilengkapi dengan lima port pengisian daya berbeda.

(Dok. Autocar)

Menurut Kepala Pengembangan Pengisian Daya Mercedes Malte Sievers, tantangan jarak tempuh (range) sudah hampir teratasi, dengan model terbaru mereka seperti CLA EQ Saloon kini mendekati 800 kilometer (500 mil) sekali pengisian atau setara dengan mobil diesel.

"Pertarungan berikutnya adalah tentang kenyamanan," kata Sievers, dilansir dari Autocar, Kamis, 9 Oktober.

ELF dirancang sebagai pusat penelitian bergerak yang bertujuan untuk mengeksplorasi batas ekstrem teknologi pengisian daya, mulai dari transfer energi listrik ekstrem, pendinginan baterai, hingga aliran energi dua arah (bidirectional).

Fokus utama ELF adalah kecepatan pengisian daya. Kendaraan ini dilengkapi sistem Ganda Combined Charging System (CCS) dan Megawatt Charging System (MCS) tugas berat. Melalui sistem CCS, ELF mampu mencapai daya hingga 900kW, cukup untuk menambahkan energi 100kWh hanya dalam waktu sekitar 10 menit. Sementara itu, sistem MCS, yang diadaptasi dari teknologi truk listrik dan tersambung di belakang logo bintang tiga pada grill mendorong pengujian lebih jauh, menyuntikkan daya di atas 1000kW untuk menguji ketahanan termal baterai di bawah beban pengisian yang sangat berat.

Pengaruh Langsung ke Mobil Produksi Masa Depan

Vision V. (Foto: Mercedes-Benz)

Pengembangan yang diuji pada ELF telah memberikan pengaruh langsung pada rencana produksi Mercedes. Riset dari sistem dual CCS/MCS-nya secara langsung membentuk arsitektur pengisian daya pada konsep Mercedes-AMG GT XX, yang mencatat daya pengisian puncak 1041kW saat uji coba ketahanan di trek Nardò. Untuk mencapai rekor ini, Mercedes bekerja sama dengan spesialis pengisian daya Italia, Alpitronic, memodifikasi pengisi daya truk komersial yang menjadi cikal bakal pengisi daya berkapasitas ultra-tinggi generasi mendatang yang akan diperkenalkan pabrikan.

Selain kecepatan, ELF juga menjadi pusat pengembangan pengisian daya dua arah (bidirectional). Teknologi ini memungkinkan EV menyalurkan daya kembali ke rumah (vehicle-to-home) atau ke jaringan listrik (vehicle-to-grid). Mulai tahun 2026, Mercedes akan menawarkan layanan MB Charge Home, memungkinkan pemilik menggunakan baterai EV mereka sebagai penyimpanan daya rumah. Ambisi jangka panjang mereka bahkan mencakup "akun energi virtual" yang memungkinkan pelanggan mendapatkan kredit energi dengan memasok daya kembali ke jaringan, yang nantinya dapat digunakan untuk diskon biaya pengisian.

Visi Lima Menit Setara Isi Bensin

ELF juga menguji metode pengisian daya futuristik lainnya, seperti pengisian induktif (wireless) untuk “snack charging” (isi daya singkat) dan pengisian konduktif otomatis robotik. Namun, semua pengembangan ini bermuara pada satu tujuan utama. Menurut Sievers, pelajaran yang dipetik dari proyek ELF menjadikan gagasan pengisian daya selama lima menit untuk mendapatkan jarak tempuh 500 mil, sebagai prospek yang realistis untuk EV produksi sebelum akhir dekade ini. Mercedes bertekad kuat mengubah persepsi bahwa isi daya adalah proses yang memakan waktu lama.