Bagikan:

JAKARTA - Mercedes-Benz memiliki komitmen kuat pabrikan dalam memperbanyak lini kendaraan listriknya. Untuk mewujudkannya, pabrikan berniat menghadirkan GLC versi listrik sebagai model masa depannya.

Model tersebut akan menjadi tonggak sejarah bagi Mercedes-Benz dalam menghadirkan beragam powertrain di berbagai lini kendaraannya. Direkayasa menjadi Battery Electric Vehicle (BEV), GLC versi listrik akan memiliki teknologi terbaru yang menawarkan kinerja, jangkauan, efisiensi, dan kecepatan pengisian daya lebih baik dari kendaraan listrik saat ini.

VP Overall Vehicle Development & Integration Mercedes-Benz Group AG, Christoph Starzynski mengatakan mobil ini telah membuktikan keandalannya di dalam kondisi ekstrem bersalju di Skandinavia, sekaligus menonjolkan kualitas dari SUV tersebut.

“Selama pengujian musim dingin di Swedia, new all-electric GLC menunjukkan keandalan dan ketahanannya bahkan dalam kondisi ekstrem,” kata Starzynski dalam laman resmi merek, Kamis, 6 Maret.

Mobil satu ini telah diuji coba secara intensif di kondisi bersalju dengan stiker penyamaran. Menghadapi suhu yang turun jauh di bawah titik beku dan menaklukkan jalanan yang tertutup salju, kendaraan uji ini mampu mengatasi kondisi alam yang paling berat dengan ketahanan dan kinerja luar biasa.

Mengandalkan arsitektur 800V yang canggih, GLC versi EV terbaru ini akan mengusung baterai dengan memiliki jarak tempuh mengesankan di kelasnya.

Meskipun pabrikan belum mengungkapkan kemampuan jangkauannya, crossover SUV mewah ini akan didukung dengan baterai yang bisa mengisi daya dengan DC fast-charging berkekuatan 320 kW.

Selain kapasitas energi yang dapat digunakan, baterai ini juga berbeda dalam kimia selnya.  Sel baterai tingkat atas menggunakan anoda dengan silikon oksida yang dicampur menjadi grafit, sehingga mencapai kepadatan energi gravimetri yang sangat tinggi.

Ini memungkinkannya memiliki jarak berkendara yang lebih jauh dengan bobot baterai lebih ringan, sehingga meningkatkan efisiensi dan kinerja kendaraannya.

Mercedes-Benz GLC versi listrik ini juga mengandalkan unit penggerak canggih yang menampilkan transmisi dua percepatan pada unit penggerak gandar belakang.

GLC versi listrik ini juga didukung dengan penggerak 4Matic, yang memungkinkannya melibas berbagai medan termasuk salju dengan mudahnya. Sistem penggerak semua roda yang dikembangkan oleh Mercedes-Benz ini dilengkapi unit penggerak gandar depan yang bertenaga, yang dapat diaktifkan atau dilepaskan dengan cepat menggunakan Disconnect Unit (DCU) bila diperlukan.

Untuk memastikan traksi optimal dan stabilitas berkendara di salju dan es, sensor mendeteksi roda berputar dan mendistribusikan torsi sesuai dengan strategi pengoperasian. Karena kedua motor listrik dikendalikan secara independen, tenaga penggeraknya tetap terjaga optimal.

Meskipun tidak membeberkan waktu peluncurannya, diperkirakan Mercedes-Benz akan memperkenalkan GLC versi EV ini pada akhir 2025 sebelum secara resmi dijual di awal 2026 mendatang.