JAKARTA — Ford kembali mengumumkan penarikan massal (recall) terhadap hampir setengah juta unit mobil di Amerika Serikat. Recall kali ini menargetkan 499.129 kendaraan Ford dan Lincoln karena masalah pada selang rem belakang yang berpotensi rusak dan bocor.
Penarikan ini menambah panjang daftar recall yang telah dikeluarkan Ford pada tahun 2025. Sebelumnya, Ford juga telah menarik ratusan ribu unit mobil karena masalah pada layar dashboard yang mati. Ford mengakui bahwa mereka sedang bekerja keras untuk meningkatkan kontrol kualitas produknya, namun penundaan perbaikan pada masalah keselamatan seperti ini tentu menambah kekhawatiran bagi para pemilik.
Dokumen terbaru yang diajukan ke National Highway Traffic and Safety Administration (NHTSA) menunjukkan bahwa selang rem belakang bisa pecah dan mengeluarkan cairan, yang sangat berbahaya bagi keselamatan berkendara.
BACA JUGA:
Melansir Laporan Reuters, Jumat, 29 Agustus, recall ini mencakup SUV Ford Edge keluaran tahun 2015-2018 dan Lincoln MKX keluaran tahun 2016-2018. Meskipun jumlah total kendaraan yang ditarik besar, Ford menyatakan bahwa hanya sekitar 1 persen dari kendaraan tersebut, atau kurang dari 5.000 unit, yang diperkirakan memiliki cacat ini.
Pemilik kendaraan yang terdampak mungkin akan merasakan beberapa gejala, seperti pedal rem yang terasa lebih lunak, jarak pengereman yang memanjang, atau adanya cairan rem yang menetes di bawah mobil. Jika kebocoran cukup parah, lampu peringatan level cairan rem di dashboard juga bisa menyala.
Meskipun masalah telah diidentifikasi, Ford saat ini belum memiliki solusi perbaikan. Pabrikan asal AS itu menyatakan sedang berupaya mencari jalan keluar dan berencana untuk mengumumkannya antara 1-3 April 2026. Perbaikan kemungkinan akan melibatkan penggantian selang rem dan pengurasan cairan rem.