JAKARTA – Bagi pemilik supercar, melibas polisi tidur atau tanjakan curam bisa menjadi mimpi buruk. Bagian depan mobil yang super ceper, terutama splitter, sangat rentan tergores dan rusak. Namun, Ferrari kini punya solusi cerdas untuk masalah tersebut.
Dalam pengajuan paten terbarunya, mengutip laporan CarBuzz dan Carscoops, Selasa, 26 Agustus, Ferrari memaparkan sistem pengereman otomatis yang dirancang khusus untuk melindungi splitter dan bodi mobil dari benturan. Tidak seperti sistem biasa yang hanya mengandalkan jarak, teknologi ini mendeteksi objek berdasarkan ketinggiannya relatif terhadap posisi mobil.
Sistem ini disebut menggunakan serangkaian sensor untuk mengukur tinggi objek di depan mobil. Jika sensor mendeteksi objek yang terlalu tinggi untuk dilewati tanpa menggores, sistem akan mengirimkan peringatan suara ke pengemudi.
Yang menarik, jika pengemudi terus melaju, sistem akan mengambil alih kendali dan mengaktifkan rem secara otomatis. Ini adalah langkah proaktif yang dapat mencegah kerusakan mahal pada mobil yang harganya bisa mencapai puluhan miliar rupiah.
BACA JUGA:
Tidak hanya itu, paten ini juga menunjukkan pendekatan unik dalam mengukur kecepatan. Alih-alih mengandalkan data internal mobil, sistem ini menghitung kecepatan real-time dengan mengukur jarak antara dua titik, sebuah metode yang diklaim lebih akurat untuk skenario ini.
Teknologi ini menjadi alternatif menarik dari fitur lain yang sudah ada di pasar. Pabrikan seperti Porsche dan Chevrolet telah lama menggunakan sistem axle lift (pengangkat as roda) yang dapat menaikkan suspensi mobil secara otomatis saat mendekati tanjakan atau polisi tidur yang terprogram dalam sistem GPS.
Paten Ferrari ini bisa menjadi solusi yang lebih ringan bagi para pelanggan yang ingin menghemat bobot mobilnya dengan tidak memasang sistem axle lift. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa ini masih sebatas paten. Tidak ada jaminan bahwa fitur canggih ini akan benar-benar terpasang di mobil produksi Ferrari di masa depan.