Bagikan:

JAKARTA – Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat pada hari Senin, 21 Juli menyatakan bahwa mereka telah menutup investigasi awal terhadap 454.840 unit kendaraan Nissan.

Dilaporkan Reuters, keputusan ini menyusul langkah Nissan yang telah mengeluarkan penarikan kembali (recall) pada Juni lalu terkait masalah kegagalan mesin.

Penyelidikan yang dimulai pada Desember 2023 itu mencurigai adanya kegagalan mesin pada beberapa model kendaraan Nissan yang mengakibatkan hilangnya daya gerak. Konsumen juga melaporkan adanya suara "ketukan" pada mesin. NHTSA mengkhawatirkan bahwa kegagalan mesin dapat berujung pada kebakaran jika komponen internal terlepas dan merusak blok mesin, menciptakan lubang yang memungkinkan oli mesin mencapai permukaan panas.

Total 1.878 insiden terkait masalah ini telah dilaporkan, dengan 12 di antaranya berujung pada kecelakaan atau kebakaran. Investigasi ini mencakup beberapa model populer seperti Nissan Rogue, Altima, serta kendaraan mewah Infiniti QX50 dan QX55.

Sebagai respons, perbaikan yang dilakukan Nissan dalam penarikan kembali Juni lalu melibatkan pemeriksaan oleh dealer untuk mencari keberadaan serpihan logam di dalam bak oli mesin. Jika tidak ditemukan serpihan, dealer akan mengganti oli dan melakukan perbaikan kecil sesuai jenis mesin. Namun, jika ditemukan serpihan, mesin mungkin memerlukan perbaikan besar atau bahkan penggantian.

Selain itu, perusahaan yang berbasis di Yokohama ini juga menyetujui perpanjangan garansi kendaraan yang terdampak menjadi 10 tahun atau 120.000 mil setelah inspeksi dilakukan.