JAKARTA - Merek otomotif Jerman, Audi dikabarkan segera membatalkan rencananya untuk meluncurkan mobil bensin (ICE) terakhir pada tahun 2026 mendatang.
Meskipun demikian, pabrikan berlogo ‘empat cincin’ ini menyebut akan memutuskan di tahun ini terhadap rencana baru soal menghentikan produksi mobil beremisi.
CEO Audi, Gernot Dollner menjelaskan mobil bermesin ICE masih dibutuhkan saat ini dan menekankan investasi substansial pabrikan dalam teknologi hybrid generasi baru.
"Untuk semua kawasan global, kita akan melihat mesin pembakaran lebih lama lagi,” kata Dollner dikutip dari Autocar, Rabu, 19 Maret.
Dollner sedang mempertimbangkan tahun 2032 sebagai periode terakhir mesin pembakaran, tetapi adopsi terhadap kendaraan listrik yang berbeda-beda di pasar global utama mengharuskan perusahaan mempertahankan mesin bensin dan diesel lebih lama dari yang direncanakan sebelumnya.
“Tahun 2032 adalah waktu yang telah kami komunikasikan, tetapi kami harus mengevaluasi lagi periode tersebut,” tambah Dollner.
BACA JUGA:
Dollner juga menjelaskan mobil ICE terbaru Audi akan tetap dijual hingga akhir dekade ini dan perusahaan siap untuk memperpanjang usia mobil tersebut jika permintaan masih ada dan undang-undang memperbolehkannya.
"Secara keseluruhan, perluasan mesin pembakaran akan berdampak positif pada model bisnis kami," tambah Dollner.
Untuk diesel, Audi tetap akan menjadikannya sebagai salah satu penawaran penting. Namun, perusahaan tidak akan berinvestasi besar terhadap mesin diesel generasi terbaru.
“Kami tidak akan menambah jumlah produksi diesel. Jika melihat angkanya, itu menurun. Tetapi, mesin itu tetap menjadi bagian penting Audi dan kami fleksibel,” terang Dollner.
Sebelumnya, Audi telah mengumumkan akan meluncurkan mesin ICE terakhir pada 2026 mendatang. Kala itu, model yang menandai berakhirnya mesin pembakaran dari brand ini adalah Q7 generasi terbaru.