JAKARTA - Meski penjualan terus menunjukan angka penurunan, raksasa otomotif asal Jerman Volkswagen masih penasaran terhadap pasar kendaraan listrik di China, apalagi Volkswagen pernah menjadi pemimpin pasar penjualan kendaraan di China selama beberapa tahun.
Kali ini, mengutip dari laman ArenaEV, Senin, 24 Februari Volkswagen mengambil langkah strategis dengan melakukan kolaborasi dengan CATL yang merupakan produsen baterai terbesar di dunia.
Nota kesepahaman yang ditandatangani antara CATL dan Volkswagen Group (China) Technology Co., Ltd., menyatakan bahwa kedua perusahaan akan bekerja sama untuk menciptakan 'baterai yang hemat biaya', sebuah faktor penting dalam membuat kendaraan listrik lebih mudah diakses oleh konsumen.
Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua perusahaan akan mengembangkan teknologi penukaran baterai, yang memungkinkan pengemudi dengan cepat menukar baterai yang sudah habis dengan baterai yang terisi penuh.
BACA JUGA:
Tak hanya itu saja, keduanya juga akan membahas daur ulang baterai yang merupakan langkah penting untuk menciptakan ekonomi sirkular, dan berkelanjutan untuk baterai kendaraan listrik.
"Inisiatif baru ini merupakan bagian penting dari strategi perusahan di China, dan perjanjian tersebut juga mencangkup kerja sama dalam transparansi pasokan bahan baku dan teknologi vehicle-to-grid (V2G)," kata Wakil Presiden Eksekutif Grup Volkswagen China, Alfonso Sancha.
Seperti diketahui, CATL merupakan pemasok baterai terkemuka di dunia, dan memainkan peran penting dalam industri kendaraan listrik. Basis pelanggannya mencakup produsen mobil besar seperti Tesla, BMW, Nio, Xpeng, Geely, dan Mercedes-Benz, selain Volkswagen.
Pada tahun 2024, kapasitas baterai terpasang CATL di Tiongkok tumbuh sebesar 47,2 persen menjadi 246 GWh, menjadikannya pangsa pasar sebesar 45,5 persen.