Final Copa America 2021, Bukan Hanya Perseteruan Argentina dan Brasil, tapi  Ada Messi dan Neymar
Perseteruan dua pemain besar Lionel Messi dan Neymar di Final Copa America 2021

Bagikan:

JAKARTA – Laga besar pantas dinanti dari Amerika Selatan saat dua raksasa sepak bola tanah latin bertemu, Brasil dan Argentina,dalam final Copa Amerika 2021. Laga yang berjalan, Sabtu 10 Juli, di Stadion Maracana, Rio de Janeiro.

Bisa dibilang ini adalah el clasico sejati. Tim yang pertama kali bertemu pada tahun 1914 dan di tahun-tahun setelah itu, telah memantapkan diri mereka sebagai dua tim paling terkenal di dunia sepak bola.  Brasil lima kali juara dunia sementara Argentina dua kali. 

Di Piala Dunia, Brasil boleh unggul, akan tetapi di Copa Amerika, Brasil bisa baru menggondol piala sembilan kali, sementara Argentina, sudah 14 kali!

Namun bukan kebesaran nama Brasil dan Argentina saja yang akan beradu. Adu nama besar Neymar dari Brasil dan serta Lionel Messi, Argentina, yang akan membuktikan siapa yang terbaik di antara mereka saat ini. 

Argentina sudah tidak terkalahkan dalam 19 pertandingan menjelang pertandingan final di stadion Maracana. Sementara Brasil, tuan rumah sekaligus juara bertahan, juga belum pernah kalah sejak Argentina mengalahkan mereka dalam pertandingan persahabatan pada November 2019.

“Apakah kita suka atau tidak mereka memiliki pemain terbaik di dunia saat ini pada diri Messi,” kata pemain depan Brasil, Richarlison. “Jadi itu menciptakan persaingan tertentu. Kami tahu betapa sulitnya mengalahkan Argentina, tidak hanya sekarang tetapi juga di masa lalu, dan kami tahu betapa sulitnya meski bermain di Maracana.”

Final tahun ini sangat menarik. Copa America seharusnya diadakan di Kolombia dan Argentina. Akan  tetapi Brasil mengambil alih pada menit-menit terakhir karena kerusuhan di Kolombia dan lonjakan COVID-19 di Argentina.

Itu membuat Argentina kesal,  karena keputusan itu telah membuat Brasil memiliki keuntungan sebagai tuan rumah. Padahal dua tahun lalu, negeri samba itu baru saja menjadi penyelenggara Copa America 2019. Saat dua tahun lalu Brasil sukses mengalahkan Argentina 2-0 di semi-final lewat sebuah drama pertandingan yang kontroversial di mana keputusan wasit dianggap menguntungkan negara tuan rumah.

Bagi Argentina ini merupakan turnamen lain, di mana mereka terutama Messi, berusaha untuk mengakhiri kekeringan gelar yang panjang. Mereka belum pernah juara lagi sejak mengangkat Copa America pada 1993. Sementara Messi, meski pernah sekali menjadi pemain terbaik FIFA dan empat kali FIFA Ballon d’Or, namun tidak pernah memenangkan trofi bersama tim nasional. Kali ini ia sangat bernafsu untuk menang!

Sementara Brasil adalah tim favorit. Bukan hanya karena mereka berada di kandang dan memiliki rekor yang sedikit lebih baik sejauh ini di Copa 2021, namun mereka juga memiliki reputasi untuk mengalahkan Argentina di partai-partai puncak.

Kedua tim telah bertemu empat kali di final, tiga di Copa America dan satu di Piala Konfederasi, pada tahun 2005. Argentina mengalahkan Brasil di pendahulu Copa America pada tahun 1937 tetapi belum melakukannya dalam pertandingan pameran sejak itu.

Brasil menang pada tahun 2004 di final Copa America di Peru dan sekali lagi di Venezuela pada tahun 2007. Ketika itu mereka juga mengalahkan tim mewah yang berisi Messi muda di final internasional pertamanya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Leo Messi (@leomessi)

Sabtu ini akan menjadi hari penting bagi pencarian gelar internasional pertama bersama Argentina, untuk Messi.  Hal yang sama berlaku untuk Neymar.

Penyerang Brasil itu memang memenangkan Piala Konfederasi pada tahun 2013. Sama seperti Messi, ia juga pernah merebut medali emas Olimpiade. Namun Neymar harus melewatkan kemenangan di Copa America 2019 karena cedera. Kini di Maracana, Neymar ingin ikut menikmati kemenangan Brasil. 

“Ada hari-hari bahagia yang saya alami di sana. “Saya tidak pernah kalah di sana, dan saya harap itu tidak berubah,” kata  penyerang Paris St Germain itu.

So, tunggu saja pertemuan dua tim besar ini bersama dua pemain besarnya. Siapa yang terbaik, mereka yang pantas menang.