Tentang Calon Lawan Brasil di Final Copa America, Neymar: Saya Ingin Argentina, Kami akan Menang
Neymar (Twitter @copaamerica)

Bagikan:

JAKARTA - Penyerang Brasil Neymar mengatakan ia berharap Argentina menjadi lawan mereka pada final Copa America dan tidak ada keraguan bahwa tuan rumah akan unggul melawan rival kuatnya itu.

Brasil mengalahkan Peru 1-0 pada semifinal di Rio de Janeiro, Senin waktu setempat (Selasa WIB) berkat gol Lucas Paqueta pada menit ke-35 untuk memastikan tempat pada babak penentuan gelar di Stadion Maracana, Sabtu.

Semifinal kedua antara Argentina dan Kolombia digelar Rabu besok.

“Saya ingin Argentina, Saya mendukung mereka,” kata Neymar dengan tersenyum seperti dikutip Antara dari Reuters. “Saya punya teman di sana dan pada final Brasil akan menang.”

Terakhir kali kedua tim bertemu dalam final Copa America adalah pada 2007, ketika Brasil menang 3-0 di Venezuela, dan pertandingan perebutan gelar antara rival kuat itu akan menjadi suguhan bagi yang netral.

Itu tidak hanya akan mengadu tim-tim yang tak terkalahkan dalam turnamen tersebut tetapi juga menjadi pertunjukan antara dua pemain bernomor 10 terbaik dalam permainan tersebut, mantan rekan setim di Barcelona, Neymar dan Lionel Messi.

Kedua pemain menjalani turnamen yang luar biasa sejauh ini, dengan Neymar mencatat dua gol dan tiga assist, sementara Messi mengumpulkan empat gol dan empat assist.

Brasil adalah juara bertahan dan mempunyai keuntungan sebagai tuan rumah pada turnamen yang seharusnya dituanrumahi bersama Argentina dan Kolombia.

Kolombia dicabut haknya sebagai tuan rumah karena gelombang kerusuhan sipil dan Argentina menarik diri pada menit terakhir karena lonjakan kasus COVID-19.

Neymar absen memperkuat Brasil dalam kemenangan Copa America di kandang sendiri dua tahun lalu tapi menginspirasi mereka meraih Piala Konfederasi 2013 dan emas Olimpiade di Rio de Janeiro pada 2016.

Sementara Messi, telah memenangi segalanya bersama klubnya Barcelona namun belum memperoleh apa-apa bersama Argentina, yang sedang mengejar gelar besar pertamanya sejak Copa America 1993.