Bagikan:

JAKARTA - Pemilik utama Liverpool, John Henry, mengatakan bahwa Fenway Sports Group (FSG) selaku induk perusahaan The Reds menginginkan klub jangan puas dengan biasa-biasa saja.

Ultimatum itu dilontarkan mengingat dua aset terbesar FSG terus berkinerja buruk. Liverpool telah kalah 18 kali musim ini--rekor terburuk mereka sejak mencatatkan jumlah yang sama pada musim penuh terakhir Brendan Rodgers sebagai pelatih pada 2014/2015.

Kendati begitu, The Reds masih terlihat berpeluang lolos ke Liga Champions, yang tetap menjadi persyaratan minimum bagi Manajer Arne Slot setelah memenangi Liga Inggris setahun yang lalu.

Aset satu lagi yang juga tengah terpuruk ialah klub bisbol Boston Red Sox. Henry menanggapi pemecatan Manajer Boston Red Sox yang telah lama menjabat, Alex Cora, bulan lalu setelah tim tersebut hanya memenangi 10 dari 27 pertandingan pertama mereka pada musim ini.

Dalam sebuah email kepada Sports Business Journal, Henry merujuk kepada insiden dari masa lalu Liverpool dan Arne Slot--yang dipahami masih mendapat dukungan dari jajaran manajemen Anfield--bahwa musim ini harus menjadi kejadian sekali saja.

"Para penggemar merasa frustrasi. The Sox tampil buruk selama 25 pertandingan pertama mereka. Saya ingat sebuah pesawat terbang di atas kepala saat kami mengalahkan Manchester United 7-0 (kejadian itu sebenarnya terjadi sebelum pertandingan, lebih dari dua tahun lalu) yang bertuliskan 'FSG OUT!'."

"Itu bukan berarti Anda mengabaikan mereka, itu berarti Anda bekerja lebih keras. Anda tidak puas dengan hasil yang biasa-biasa saja. Anda harus menang," tulis Henry.

Liverpool masih punya tiga laga sisa di Liga Inggris, yang terbilang lumayan berat. Mereka harus menghadapi Chelsea di Anfield pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Setelah itu, pasukan Arne Slot akan mengunjungi kandang Aston Villa dan menutup liga di Anfield menjamu Brentford.

Tiga laga itu sama sekali tidak boleh terpeleset agar Liverpool bisa tetap bermain di Liga Champions musim depan.