Bagikan:

JAKARTA - Arsenal harus menelan kekalahan krusial 1-2 dari Bournemouth di Stadion Emirates, Sabtu 11 April, yang membuat peluang mereka meraih gelar Premier League kembali terancam.

Hasil ini membuat Arsenal gagal memperlebar jarak di puncak klasemen. Padahal, kemenangan akan membawa mereka unggul 12 poin dan semakin dekat dengan gelar pertama sejak 2004.

Sebaliknya, kekalahan tersebut membuat keunggulan Arsenal tetap sembilan poin dari Manchester City, yang masih memiliki dua pertandingan tunda.

Sepanjang laga, atmosfer di Emirates terasa tegang. Setiap kesalahan pemain disambut keluhan suporter, sementara pelatih Mikel Arteta tampak frustrasi melihat timnya kesulitan mengembangkan permainan.

Arsenal dinilai tampil di bawah performa terbaik, dengan sejumlah kesalahan mendasar yang memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Dengan enam laga tersisa, posisi Arsenal belum sepenuhnya aman. Manchester City berpeluang memangkas jarak, termasuk melalui laga melawan Chelsea dan pertandingan langsung menghadapi Arsenal pekan depan.

Jika selisih poin berhasil dipangkas, ancaman finis sebagai runner-up untuk keempat kalinya secara beruntun kembali menghantui Arsenal.

Arteta mengakui timnya tidak tampil sesuai standar. “Hari ini ada beberapa tindakan yang sangat jauh dari level yang telah kami tunjukkan dan itu mengejutkan,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

Ia juga meminta maaf kepada suporter atas hasil yang mengecewakan.

“Kami menuntut banyak dari para penggemar kami dan hari ini kami tidak memenuhi standar tersebut. Kami harus menerimanya dan melanjutkan,” katanya.

Penurunan performa Arsenal sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa laga terakhir. Meski sempat mencatatkan sembilan pertandingan tanpa kekalahan, mereka juga kehilangan poin melawan tim papan bawah seperti Wolverhampton dan Brentford.

Selain itu, Arsenal juga gagal di kompetisi lain, termasuk kalah di final Piala Liga dan tersingkir di Piala FA.

Satu-satunya titik terang dalam laga melawan Bournemouth datang dari Viktor Gyokeres, yang mencetak gol penyeimbang melalui penalti.

Meski demikian, striker asal Swedia itu tetap optimistis.

“Saya sangat percaya diri. Kita tidak perlu terlalu terpaku pada apa yang terjadi hari ini. Kita harus melihat ke depan,” ujarnya.