Bagikan:

JAKARTA – Pebalap legendaris Casey Stoner menilai keberhasilan Marc Marquez bisa kembali ke puncak kejayaan MotoGP karena kombinasi kecerdasan serta manajemen ban dan kematangan strategi yang sulit ditandingi oleh rival-rivalnya.

Mantan juara dunia asal Australia tersebut mengatakan bahwa dua aspek utama yang membuat Baby Alien begitu dominan ialah race craft (kecerdasan bertanding) dan kemampuan unik dalam menjaga usia ban di lintasan lomba.

"Tahun-tahun sulit itu telah membangun tingkat kekuatan, kecerdasan, dan kesabaran pada diri Marc Marquez. Hal inilah yang tampaknya tidak dimiliki oleh pebalap lain saat ini," ujar Stoner dikutip dari Crash.

Stoner, yang posisinya di Repsol Honda digantikan oleh Marquez pada 2013, melihat masa-masa sulit akibat cedera dan keterpurukan yang dialami dalam musim-musim terakhir bersama Honda justru membentuk mentalitas baru bagi pebalap asal Spanyol tersebut.

Hal ini yang membuatnya berhasil mendapat gelar juara dunia 2025 dengan penampilan yang dominan. Gelar ketujuh di arena MotoGP tersebut tidak hanya mengandalkan keberanian mengambil risiko, tetapi juga kesabaran yang luar biasa.

Stoner mengatakan bahwa salah satu poin krusial yang dimiliki Marquez ialah kemiripan gaya balapnya dengan bintang F1 juara dunia empat kali, Max Verstappen. Ia menyebut banyak pebalap saat ini terjebak dalam ritme yang salah dengan langsung memacu motor secara maksimal sejak lap pertama.

"Dia sangat sabar dengan ban. Banyak yang tidak menyadari bahwa di paruh kedua musim lalu, Marquez selalu terlihat sangat kuat di akhir balapan karena dia tidak menyiksa ban sejak balapan dimulai," tutur Stoner.

Selain itu, aspek teknis lain yang membuat Stoner kagum ialah minimnya ketergantungan Marquez pada sistem elektronik motor. Ini kontras dengan pebalap modern yang cenderung menyerahkan kendali sepenuhnya pada teknologi.

Stoner mengatakan bahwa meminimalisasi intervensi elektronik di awal balapan melalui cara membawa motor yang lebih halus membuat Marquez bisa memastikan sistem tersebut bekerja lebih efektif saat tingkat keausan ban mulai meningkat.

"Marquez menjaga agar elektronik tidak bekerja terlalu keras di awal. Ketika cengkeraman menurun, dia masih memiliki persentase kualitas ban yang lebih baik dibanding rivalnya," katanya.