JAKARTA - Real Madrid menuntaskan dendam dengan menaklukkan Benfica 1-0 di playoff pertama Liga Champions di Stadion Da Luz, Lisbon, Rabu, 18 Februari 2026 dini hari WIB. Apesnya lagi, pelatih Benfica Jose Mourinho mendapat kartu merah sehingga absen pada laga kedua di kandang Madrid.
Dendam kekalahan yang belum tuntas karena Madrid masih harus menunggu laga kedua yang digelar di Stadion Santiago Bernabeu, 26 Februari 2026 dini hari WIB. Madrid memang hanya butuh imbang untuk menyingkirkan Benfica yang memaksa mereka melakoni playoff pada laga tersebut.
Hanya, Madrid harus waspada karena keunggulan satu gol masih membuka peluang Benfica untuk membalikkan keadaan. Pada duel di fase penyisihan, Benfica sukses menghajar sembilan pemain Madrid 4-2.
Gol terakhir Benfica diciptakan kiper Anatoliy Trubin di injury time saat Madrid kehilangan Raul Asencio dan Rodrygo karena mendapat kartu merah. Kekalahan itu memaksa Madrid yang sebelumnya berada di delapan besar akhirnya harus melakoni playoff.
Dari hasil undian playoff, kedua tim kembali bertemu dan Benfica bertindak sebagai tuan rumah. Kali ini pelatih Madrid Alvaro Arbeloa lebih berhati-hati menghadapi rivalnya. Dengan kembalinya Kylian Mbappe yang berduet dengan Vinicius Junior, Madrid memang bermain lebih solid dan tidak lagi lengah.
Hasilnya, Los Merengues meraih kemenangan krusial lewat gol tunggal Vinicus Jr di menit 50. Sebelumnya, Madrid sempat mengalami kesulitan menembus pertahanan Benfica. Apalagi, Trubin kembali menunjukkan performa terbaik dengan menggagalkan sejumlah peluang dari Vinicius Jr, Mbappe dan Arda Guler.
Namun kiper Ukraina ini tak berdaya ketika Vinicius Jr melepaskan tendangan jarak cukup jauh yang mengarah ke sudut kiri. Trubin gagal menjangkaunya dan ini menjadi satu-satunya gol yang tercipta di laga tersebut.
Hanya, Vinicius Jr kemudian mendapat kartu kuning usai melakukan selebrasi gol di hadapan suporter Benfica. Ini bermula saat dirinya mengajukan protes terhadap wasit Francois Letexier atas sikap pemain Benfica Gianluca Prestianni.
Dia menyebut kata ‘mono’ yang dalam bahasa Spanyol berarti monyet. Ucapan pemain dari Argentina itu didengar Vinicius Jr sehingga dia kemudian protes kepada wasit.
Atas insiden itu, Letexier menghentikan pertandingan selama 10 menit sesuai dengan protokol antirasisme di sepak bola. Hanya wasit kemudian memberikan kartu kuning kepada Vinicius Jr dan Prestianni.
“Vini mengatakan kepada kami kalau dia memanggilnya ‘monyet’,” kata gelandang Madrid Aurelien Tchouameni seperti dikutip france24.
Sementara, Arbeloa memuji sikap pemainnya yang tetap tenang dan tidak terpancing. Dirinya juga mengecam perilaku pemain Benfica yang bersikap rasis.
“Vini tetap tenang dan menunjukkan sikap terpuji,” kata Arbeloa.
BACA JUGA:
“Apa yang terjadi itu hal yang tidak disukai siapa pun. Anda bisa bertanya kepada pemain Benfica apa yang dia [Prestianni] katakan. Jelas rasisme itu hal yang harus dihapuskan di dunia sepak bola. Bila pemain tidak memperbaikinya, ini bisa kian sulit,” ujarnya.
Tidak hanya perilaku tak terpuji pemainnya, Benfica juga ketiban apes karena Mourinho mendapat dua kartu kuning dan kemudian kartu merah.
Mantan pelatih Madrid pada 2010 hingga 2013 ini harus meninggalkan tim. Dirinya juga absen pada laga kedua di kandang Madrid. Di laga itu, Benfica butuh kemenangan lebih dari satu gol untuk membalikkan keadaan.