JAKARTA - Bayern Munchen dan Paris Saint-Germain (PSG) sama-sama mengatakan mereka mengharapkan pertunjukan menyerang yang lebih memukau ketika mereka bertemu kembali untuk leg kedua semifinal Liga Champions pada Kamis, 7 Mei 2026, dini hari WIB, di Jerman.
Kedua tim memainkan pertandingan klasik Eropa di leg pertama pekan lalu di Paris, dengan kemenangan PSG 5-4 menjadikannya pertandingan semifinal dengan skor tertinggi dalam sejarah turnamen.
Tidak ada indikasi bahwa akan ada perubahan pendekatan untuk leg kedua meskipun ada kritik terhadap pertahanan dari beberapa pihak.
"Terus terang, di lapangan, kami juga (berpikir) itu adalah pertandingan yang gila. Kami bermain sepak bola untuk pertandingan seperti ini."
"Saya pikir apa yang kami tunjukkan ialah salah satu pertandingan terindah di Liga Champions. Intensitasnya, komitmennya, gol-golnya. Itu luar biasa."
BACA JUGA:
"Jujur saja, kami mengharapkan hal yang sama, pertandingan yang sama, dan bahkan lebih. Kami siap, kami memiliki tujuan yang jelas dan kami akan mencoba untuk mencapai final," kata pemain PSG Warren Zaire-Emery pada konferensi, Selasa, 5 Mei 2026, waktu setempat.
Manajer PSG, Luis Enrique, juga menepis kemungkinan timnya akan berusaha mempertahankan keunggulan dari leg pertama meskipun mengetahui hasil imbang di Munich sudah cukup untuk memastikan tempat mereka di final di Budapest pada 30 Mei 2026.
"Ini akan menjadi pertandingan tingkat tinggi antara dua tim terbaik di Eropa. Saya tidak bisa mengatakan bahwa itu akan berbeda dari apa yang kita lihat di pertandingan pertama."
"Saya pikir kedua tim tidak menerima bahwa tim lain lebih baik. Itu berarti pertandingan ini bisa lebih baik lagi. Kami mencoba untuk memenangi setiap pertandingan."
"Melawan Bayern Munchen, kami tidak perlu mengubah apa pun karena tujuan kami ialah mencoba untuk memenangi pertandingan."
"Saatnya memberikan lebih banyak lagi untuk mencapai final. Penting dalam pertandingan seperti ini bagi kami untuk menunjukkan mengapa kami berada di sini dan mencoba untuk menjadi yang paling setia pada jati diri kami sebagai sebuah tim," kata pelatih asal Spanyol itu.
Sementara itu, Manajer Bayern Munchen, Vincent Kompany, seperti Luis Enrique, juga menyukai pendekatan yang berani. Dia menegaskan bahwa tidak melihat alasan untuk mengubahnya pada leg kedua di Allianz Arena.
"Jika saya mengatakan bahwa saya benar-benar ingin melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda, itu bukanlah jawaban yang baik."
"Ini tentang menawarkan detail kecil sebagai solusi bagi para pemain. Hal yang sama berlaku untuk Luis Enrique. Para pemain perlu didorong atas apa yang telah mereka lakukan dengan baik sepanjang musim."
"Itu selalu bergantung pada kedua tim. Jika salah satu memutuskan untuk mundur selangkah, maka mungkin akan lebih tenang."
"Jika tidak, maka tidak akan terjadi. Kami harus tetap berpegang pada apa yang telah membawa tim sejauh ini, jadi sulit bagi kami dan PSG untuk bermain berbeda."
"Kami bermain di kandang dan ingin menang. Yang terpenting pada akhirnya ialah memenangi pertandingan, itu prioritasnya. Terkadang para bek lebih unggul dan terkadang para penyerang. Kami harus sepenuhnya fokus selama 90 menit."
"Saat ini, kami berada pada titik di mana para pemain masih memiliki energi. Itu penting, tetapi saya akan mengatakan PSG juga dalam kondisi prima. Mereka selalu menunjukkan intensitas itu," kata Kompany.
Serge Gnabry ialah satu-satunya pemain Bayern Munchen yang absen karena cedera. Namun, Raphael Guerreiro dan Lennart Karl kembali berlatih penuh, menjadikan mereka kandidat untuk menghadapi PSG.