Bagikan:

YOGYAKARTA - Para pemain Indonesia, di antaranya tunggal putra dan tunggal putri terus melaju di kejuaraan bulutangkis internasional BNI Indonesia International Challenge (IIC) 2025 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Rabu, 19 November 2025.

Tunggal putra Richie Duta Richardo berhasil maju ke babak berikutnya di kejuaraan bulutangkis internasional yang diikuti 258 atlet dari 12 negara yang berlangsung pada 18-23 November 2025. Richie menaklukkan Zhe Ying Wu dari China Taipei dengan dua set langsung 21-17, 21-12.

Menurut Richie pertandingan kali ini lumayan berat. Apalagi mereka sudah saling mengenal masing-masing lawan karena pernah bertemu pada AJC tahun lalu yang juga digelar di Yogyakarta. Ini menjadikan Richie sudah tahu dengan gaya permainan lawan.

Zhe sendiri memiliki postur tubuh yang tinggi. Selain itu, dia memiliki tenaga lumayan bagus dengan pukulan kencang.

Richie pun mengantisipasinya dengan cara tidak memberi kesempatan lawan untuk menyerang sehingga dia terlihat frustrasi.

Pasalnya setiap serangan dia selalu berhasil dipatahkan Richie. Hanya saja, Richie tetap melakoni pertarungan yang ketat di gim pertama dan akhirnya menang 21-17.

Di gim kedua, Zhe berusaha bangkit untuk memaksakan rubber set. Namun Richie yang merupakan unggulan 16 tampil lebih percaya diri dan sudah enjoy.

Dia tak membiarkan lawan mengambil gim kedua ini. Sejak awal gim kedua, Richie sudah berhasil menguasai permainan sehingga menyudahi set kedua dengan skor 21-12.

“Pertandingan ini memang berat dan kami sudah pernah bertemu tahun lalu di tempat yang sama. Terus terang lawan punya postur tinggi dan tenaganya lumayan kencang. Saya mencoba mengantisipasi tidak memberikan lawan celah untuk menyerang,” ujar Richie.

“Penampilan lawan memang sudah berbeda. Dia makin matang, tetapi di pertandingan ini banyak melakukan kesalahan sendiri. Permainan dia pun kendor di gim kedua,” kata dia lagi.

Sementara, tunggal putri Chiara Mariella Handoyo memastikan lolos setelah menundukkan wakil Australia, Yuelin Zhang, dengan skor 21-14, 21-14. Unggulan kelima ini tampil solid meski sempat mengalami keraguan di gim kedua.

Chiara sempat tertinggal poin akibat beberapa kesalahan sendiri. Dia mengaku masih harus lebih konsisten saat melakukan reli dan memaksimalkan serangan.

“Hari ini, laju bola seperti lebih kencang bolanya. Tentu saya agak terkejut karena sebelumnya laju lebih lambat,” kata Chiara. 

Pada pertandingan lain, ganda campuran yang juga wakil pelatnas, Kenzie Yoe/Luna Rianty Saffana menang mudah atas pasangkan China Taipei Cheng Kai Wen/Liu Chiao-Yun dua set langsung 21-17, 21-9.

Menurut Luna, sebagai wakil pelatnas, mereka memang ingin menunjukkan permainan terbaik. Mereka juga ingin menunjukkan bisa tampil baik dan tidak ingin kalah begitu saja.

''Sebagai satu-satunya wakil pelatnas, kami ingin menunjukkan kalau kami bisa. Pasalnya dari luar pelatnas juga banyak yang ikut. Jadi kami tidak boleh sampai kalah,'' ujarnya.