JAKARTA - Kiper Barcelona Marc-Andre ter Stegen menyatakan bakal menjalani operasi punggung yang membuat di harus beristirahat selama tiga bulan. Pernyataan Ter Stegen sebagai bentuk perlawanan yang membuat Barca marah besar.
Tak ada yang aneh dari pernyataan Ter Stegen bahwa dirinya segera menjalani operasi. Cedera punggung membuat dia harus kembali menepi.
Sebelumnya, kiper nomor satu tim nasional Jerman ini mengalami cedera punggung. Akibat cederanya, Ter Stegen harus naik ke meja operasi dan akhirnya menjalani pemulihan selama tujuh bulan. Dia baru kembali bermain menjelang akhir kompetisi.
Kini saat kompetisi La Liga Spanyol belum bergulir, dirinya kembali cedera. Bahkan Ter Stegen lagi-lagi harus menjalani operasi dan belum bisa kembali berdiri di bawah mistar hingga tiga bulan ke depan.
"Kali ini, dokter yakin saya hanya perlu tiga bulan untuk benar-benar pulih. Ini untuk menghindari risiko kembali cedera," kata Ter Stegen di akun Instagram.
"Ini sungguh mengecewakan karena saya tak bisa mendukung tim selama periode itu. Beruntung proses rehabilitasi bisa ditangani dan peluang untuk kembali sudah pasti," ucap kiper yang sudah memenangi La Liga enam kali dan Liga Champions sekali sejak bergabung dengan Barca pada 2014.
Pernyataan Ter Stegen memang terkesan biasa saja. Barca pun tak risau bila kapten tim ini absen cukup lama. Pasalnya, pelatih Hansi Flick tak lagi mengandalkan Ter Stegen dan bahkan posisi dia sudah melorot menjadi kiper ketiga.
Artinya, Ter Stegen hanya menjadi pelapis Joan Garcia yang dibeli dari Espanyol. Garcia yang akan berdiri di bawah mistar.
Disusul Wojciech Szczesny yang mendapat perpanjangan kontrak setelah tampil mengesankan saat menggantikan Ter Stegen dan membawa Barca memenangi La Liga.
Sementara, kiper Inaki Pena yang musim lalu gagal menggeser Szczesny bakal tersingkir dan kemungkinan dijual Barca.
Namun pernyataan Ter Stegen mampu membuat klub meradang. Bagaimana tidak, klub pun gagal mengalihkan gaji Ter Stegen untuk biaya pendaftaran dua pemain anyar, Garcia dan Marcus Rashford.
Lho? Jadi bila ada pemain yang cedera panjang, gajinya sudah pasti tidak akan dibayar penuh. Dalam kasus Ter Stegen, klub berhak memotong gajinya hingga 80% dan dana itu bisa digunakan untuk menyelesaikan administrasi dua pemain anyar tersebut.
Namun pemotongan gaji pemain yang cedera hanya bisa dilakukan bila yang bersangkutan harus menepi selama minimal empat bulan.
Hal ini yang membuat Barca kecewa karena Ter Stegen, belum apa-apa, sudah mengumumkan dia hanya absen selama tiga bulan. Ini menggagalkan klub memotong gajinya untuk kepentingan pemain lain.
Barca kian kesal karena tak bisa berbuat apa-apa. Rencana menjual Ter Stegen pun sudah pasti pupus. Pasalnya klub mana yang bersedia membeli pemain yang cedera, kecuali bila Barca mengobral sampai harga paling rendah.
BACA JUGA:
Di sisi lain, Barca tetap harus memberikan gaji kepada Ter Stegen yang ironisnya belum bisa bermain saat klub mengawali musim kompetisi. Repotnya lagi, gaji Ter Stegen merupakan paling tinggi di Barca. Ini karena dia merupakan pemain paling senior di klub.
Yang membuat Barca makin kesal, Garcia terancam belum bisa tampil karena pendaftarannya gagal dibereskan. Akibatnya Flick terpaksa kembali mengandalkan Szczesny. Rencana menjual Pena pun gagal karena dia bakal menjadi kiper kedua.