Bagikan:

JAKARTA — Pabrikan kendaraan listrik asal China, NIO, resmi mencapai tonggak bersejarah hari ini, 24 Juli, dengan memproduksi unit ke-800.000 di pabrik utamanya, NIO Factory One di Hefei. 

NIO sendiri sejak didirikan tahun 2014, dikenal karena keberhasilan pengembangan dan pengoperasikan stasiun stasiun penukaran baterai untuk kendaraannya, sebagai alternatif dari stasiun pengisian daya konvensional.

Momen penting ini ditandai dengan selesainya produksi ONVO L90, SUV listrik tiga baris yang ditujukan untuk kebutuhan keluarga modern.

Dalam rilis global pabrikan disebut pencapaian ini menegaskan posisi NIO sebagai pelopor dalam inovasi dan teknologi di industri otomotif Tiongkok. Selama satu dekade terakhir, NIO konsisten berinvestasi dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik serta infrastruktur penunjang seperti jaringan pengisian daya dan sistem penukaran baterai.

ONVO L90: Jawaban untuk Kebutuhan Keluarga Modern

Sejak masa pre-order dibuka pada 10 Juli lalu, ONVO L90 langsung mencuri perhatian pasar. Mobil ini dirancang khusus untuk menjawab dua kekhawatiran utama konsumen kendaraan listrik: charging anxiety dan space anxiety. Dengan dukungan penuh dari teknologi NIO, L90 menghadirkan kenyamanan berkendara jarak jauh tanpa rasa cemas akan keterbatasan jarak tempuh dan ruang kabin.

Test drive untuk L90 secara resmi dimulai pada 23 Juli, dengan hampir 600 unit tersedia di lebih dari 400 toko dan showroom ONVO yang tersebar di 140 kota di seluruh China. Sementara, peluncuran resmi L90 dijadwalkan pada 31 Juli mendatang, dengan pengiriman perdana dimulai keesokan harinya, 1 Agustus.

Dengan pencapaian 800.000 unit ini, NIO memasuki babak baru dalam perjalanannya. Komitmen terhadap inovasi berkelanjutan, produk berkualitas tinggi, dan layanan yang melebihi ekspektasi menjadi kunci dalam menggapai target berikutnya: memproduksi satu juta kendaraan.