JAKARTA - Pasar SUV listrik murni di China bakal kedatangan model baru dari Aito yang merupakan merek hasil kolaborasi Huawei dan Seres Group.
Aito siap menghadirkan versi Battery Electric Vehicle (BEV) dari SUV M8 andalan mereka pada Agustus mendatang. Langkah ini dipastikan akan memanaskan persaingan di segmen yang kini jadi sorotan para produsen otomotif besar.
Melansir CnEVPost, Selasa,15 Juli, kehadiran Aito M8 BEV akan menambah daftar pemain baru di pasar SUV listrik, menyusul peluncuran Li Auto Li i8 yang dijadwalkan pada 29 Juli, serta Onvo L90—model dari sub-merek Nio—yang akan meluncur di akhir bulan. Ketiga model ini tampaknya sedang bersiap berebut perhatian konsumen di pasar yang tumbuh cepat.

M8 pertama kali diperkenalkan pada 16 April sebagai SUV menengah-besar dalam versi Extended-Range Electric Vehicle (EREV), dengan harga 359.800 yuan atau sekitar Rp817 juta. Sementara, versi BEV akan hadir dengan pilihan lima atau enam kursi, serta dimensi yang tetap sama: panjang 5.190 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.795 mm, dan jarak sumbu roda 3.105 mm.
BACA JUGA:
Yang membuat varian baru ini menarik adalah platform Huawei Giant Whale bertegangan tinggi 800 volt yang digunakan, dipadukan dengan baterai 100 kWh dari CATL. Kombinasi ini memungkinkan mobil menempuh jarak hingga 705 km berdasarkan standar uji CLTC.

Tak hanya itu, Aito M8 BEV akan dijejali berbagai teknologi pintar dari Huawei, seperti LiDAR utama 192-channel, LiDAR solid-state presisi tinggi di bagian belakang, serta lima radar gelombang milimeter 4D. Sistem ini mendukung fitur keselamatan aktif, bantuan mengemudi pintar, dan kemampuan parkir otomatis. Ada pula frunk alias bagasi depan ekstra besar, yang juga menjadi salah satu daya tarik utama di kelasnya.
Berkaca dari versi EREV dari Aito M8 yang duluan diluncurkan telah mendapat sambutan positif. Kini, giliran varian BEV yang akan unjuk gigi. Apakah model listrik murni ini mampu mengulang kesuksesan dan sekaligus menjadi ancaman baru di tengah ketatnya persaingan SUV listrik di China.