JAKARTA – Mazda tengah bersiap meluncurkan generasi terbaru CX-5 untuk model tahun 2026. Namun, bukan hanya wajah barunya yang mencuri perhatian, melainkan perubahan radikal di dalam kabin. Salah satu langkah paling berani adalah penghapusan hampir semua tombol fisik dan kenop putar. Sebagai gantinya, seluruh kendali diserahkan pada layar sentuh besar. Apakah inovasi ini akan menuai pujian, atau justru protes dari para penggemar setia Mazda?
Di luar, mengutip Autoblog, Selasa, 15 Juli, CX-5 terbaru tampil lebih modern dengan desain yang mengambil inspirasi dari CX-70 dan CX-90 termasuk bentuk pintu yang lebih tebal dan tampilan depan-belakang yang diperbarui. Tapi kejutan sesungguhnya ada di balik pintunya.

Kualitas material interior meningkat signifikan, bahkan disebut menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya. Namun, semua perhatian tertuju pada layar sentuh besar yang kini menjadi pusat kendali utama. Versi standar berukuran 12,9 inci dan versi opsional mencapai 15,6 inci—layar terbesar yang pernah dipasang di mobil Mazda.
Yang membuat kontroversial, layar ini tak hanya menampilkan informasi hiburan, tetapi juga menggantikan semua tombol fisik untuk pengaturan AC dan audio. Artinya, pengemudi tak lagi bisa dengan mudah mengatur suhu atau volume tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.
BACA JUGA:

Lalu, Mazda juga kini meninggalkan sistem infotainment buatannya yang selama ini dianggap terlalu sederhana. Sebagai gantinya, CX-5 2026 mengadopsi sistem berbasis Google, menghadirkan pengalaman digital yang jauh lebih canggih.
Google Maps terintegrasi, perintah suara via Google Assistant, serta akses ke Google Play Store membuat mobil ini terasa seperti smartphone superbesar di dashboard. Secara teknologi, ini jelas sebuah lompatan besar.
Meski canggih, perubahan ini tak datang tanpa risiko. Penggemar Mazda dikenal menyukai pendekatan desain interior yang mengutamakan pengemudi, dengan tombol-tombol fisik yang ergonomis, responsif, dan estetis. Bagi mereka, hilangnya kontrol fisik adalah kehilangan elemen penting yang selama ini membedakan Mazda dari pesaingnya.
Mazda mungkin mencoba mengikuti tren industri saat ini, tapi keputusan ini bisa berbuntut pada kecemasan pengguna loyal. Di tengah persaingan yang makin ketat, langkah berani ini bisa jadi pedang bermata dua dalam memikat konsumen baru, tetapi berpotensi mengecewakan pelanggan lama. Jawabannya akan terlihat saat CX-5 2026 resmi mengaspal dan publik memberikan penilaian akhir.