Bagikan:

JAKARTA – Panggung tinju dunia akan kembali memanas akhir pekan ini saat Xander Zayas menghadapi Jorge Garcia Perez dalam laga utama yang digelar di Theater at Madison Square Garden, New York. Pertarungan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 25 Juli 2025 waktu setempat ini akan memperebutkan gelar juara dunia WBO kelas super welterweight yang saat ini lowong.

Acara ini dipromosikan oleh Top Rank dan akan disiarkan langsung melalui ESPN dan ESPN+ di Amerika Serikat. Ini juga menjadi penampilan terakhir Top Rank di ESPN, mengakhiri kerja sama hak siar yang telah berjalan lama. Promotor legendaris Bob Arum tengah mempersiapkan kesepakatan baru dengan platform penyiaran lain, dengan rumor menyebutkan kemungkinan kolaborasi dengan DAZN hingga HBO Max.

Xander Zayas (21-0, 13 KO), petinju muda asal Puerto Riko, telah lama diproyeksikan sebagai bintang masa depan di divisinya. Ia naik ke level 10 ronde sejak 2023, dengan kemenangan penting atas Roberto Valenzuela Jr (TKO ronde 5), mantan juara dunia Patrick Teixeira (keputusan angka mutlak), dan Damian Sosa (menang mutlak 100-90 dari ketiga juri). Laga terakhirnya pada Februari 2025 berakhir dengan kemenangan TKO ronde 9 atas Slawa Spomer.

Dikenal dengan gaya bertinju agresif namun cerdas, Zayas dinilai siap menghadapi tantangan terbesarnya sejauh ini. Ia berharap pertarungan ini menjadi awal dari era kejayaannya di panggung dunia.

Garcia Perez Siap Kejutkan Dunia Lagi

Sementara itu, Jorge Garcia Perez (33-4, 26 KO), petinju asal Meksiko, datang dengan penuh percaya diri. Sejak kekalahan split decision dari Etoundi Michel William pada 2023, ia mencatat delapan kemenangan beruntun. Salah satu momen puncaknya terjadi pada Juni 2024 saat merebut gelar IBO di Afrika Selatan dengan meng-KO Roarke Knapp di ronde 3.

Namun sorotan utama datang pada April 2025, ketika Garcia secara mengejutkan mengalahkan petinju tak terkalahkan Charles Conwell melalui keputusan split. Dalam pertarungan itu, Garcia melepaskan lebih dari 750 pukulan dan mengungguli Conwell dalam 8 dari 12 ronde untuk pukulan non-jab. Penampilan ini menjadikannya ancaman serius bagi Zayas.

Zayas diprediksi akan menghadapi pertarungan dua arah melawan Garcia, terutama di awal hingga pertengahan laga. Garcia dikenal dengan volume pukulan tinggi dan semangat juangnya, namun kali ini ia tidak akan memiliki keunggulan jangkauan seperti saat menghadapi Conwell.

Keunggulan Zayas diyakini terletak pada jab yang tajam, akurasi pukulan, dan variasi serangan, khususnya ke tubuh ketika Garcia memakai pertahanan tinggi. Zayas juga dikenal sebagai petinju yang lebih rapi dalam eksekusi pukulan lurus, yang bisa menjadi kunci dalam mengatasi tekanan Garcia.

Meskipun Garcia belum pernah kalah KO, Zayas tetap difavoritkan untuk menang, dengan banyak analis dan pengamat menilai kemenangan angka sebagai skenario paling mungkin. 

Laga ini bukan hanya soal perebutan gelar WBO super welterweight, tapi juga pertaruhan reputasi dan masa depan dua petinju yang sama-sama lapar akan kejayaan. Xander Zayas ingin membuktikan bahwa ia memang layak menjadi wajah baru tinju dunia, sementara Jorge Garcia Perez ingin menunjukkan bahwa kemenangannya atas Conwell bukanlah kebetulan.