Jakarta — Petinju Inggris Ben Whittaker menunjukkan kelasnya dengan kemenangan knockout (KO) cepat atas Braian Suarez dalam pertarungan kelas berat ringan di Liverpool, Minggu 19 April WIB.
Peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 itu hanya membutuhkan 2 menit 24 detik di ronde pertama untuk mengakhiri perlawanan Suarez, sekaligus mempertahankan statusnya sebagai juara WBC Silver di kelas 79,4 kg.
BACA JUGA:
Dominasi Sejak Detik Pertama
Sejak bel pembuka, Whittaker langsung mengambil kendali dengan kombinasi jab cepat dan pukulan kanan yang presisi. Kecepatan dan tekniknya membuat Suarez kesulitan menemukan ritme, apalagi untuk mendekatkan jarak.
Suarez sempat mencoba masuk ke area pertarungan jarak dekat, namun momentum tersebut tidak bertahan lama. Dalam satu momen, ia terlihat mengeluh kepada wasit karena merasa mendapat pukulan ilegal di bagian belakang kepala.
Alih-alih mengganggu fokus lawan, situasi itu justru dimanfaatkan Whittaker. Sebuah pukulan kanan keras mendarat telak ke kepala Suarez dan menjatuhkannya. Petinju Argentina itu tidak mampu bangkit hingga hitungan wasit selesai, memaksa laga dihentikan lebih cepat.
Rekor Tetap Bersih, Momentum Terjaga
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Whittaker menjadi 11 kemenangan (8 KO) dan satu hasil imbang. Sementara itu, Suarez kini mencatatkan 20 kemenangan (19 KO) dan empat kekalahan.
Performa dominan tersebut memperkuat posisi Whittaker sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di divisinya, dengan gaya bertarung flamboyan yang mulai menarik perhatian publik global.
Menuju Panggung Amerika Serikat
Promotor Eddie Hearn mengonfirmasi bahwa Whittaker akan melakoni debutnya di Amerika Serikat pada 27 Juni mendatang, sebagai partai pendukung duel antara Xander Zayas dan Jaron Ennis.
“Selanjutnya, dia akan berada di tempat yang seharusnya, di panggung besar seperti New York,” ujar Hearn.
Ia juga menambahkan bahwa Whittaker diproyeksikan menjadi bintang utama dalam pertarungan besar di Birmingham, dengan target jangka panjang menuju perebutan gelar dunia.
“Entah itu duel domestik besar atau eliminator menuju gelar dunia. Saya percaya pada 2027 dia akan siap menghadapi petinju kelas 175 pon terbaik di dunia,” katanya.