Bagikan:

JAKARTA - Spekulasi pelatih Simone Inzaghi meninggalkan Inter Milan kembali mencuat menjelang laga final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. Inzaghi tegas membantah rumor itu dan menyebutnya gila bila hengkang dari Inter.

Kegagalan mempertahankan gelar juara di Serie A Italia dan Coppa Italia menjadikan posisi Inzaghi kembali menjadi sorotan. Apalagi, Inter juga gagal di Supercoppa Italia setelah di laga final harus mengakui keunggulan rival satu kota, AC Milan.

Dalam perburuan Scudetto, Napoli berhasil menelikung Inter pada pekan-pekan terakhir. Bahkan Napoli sempat kehilangan harapan sampai akhirnya tim asuhan Antonio Conte mampu menyusul dan bahkan menempati peringkat pertama sampai finis liga.

Kini, Liga Champions menjadi harapan terakhir Inzaghi untuk menutup kompetisi dengan raihan trofi. Inter terakhir kali mengangkat trofi kuping lebar pada 2020.

Saat itu, Inter ditangani pelatih Jose Mourinho dan mereka sukses meraih treble. Inter pun menjadi satu-satunya tim Liga Italia yang mampu memenangi tiga trofi, Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions, dalam satu musim.

Meski demikian, spekulasi bakal hengkangnya Inzaghi tetap menjadi rumor panas di sepak bola Italia. Apalagi, dirinya sudah mendapat tawaran menggiurkan dari klub Liga Pro Arab Saudi, Al-Hilal. Tawaran dari Arab Saudi sudah pasti menjadikan gaji sangat besar bagi pemain maupun pelatih Eropa.

Hanya Inzaghi yang masih terikat kontrak dengan Inter hingga 2026 ini menepis rumor tersebut. Inzaghi menyatakan tegas dirinya memiliki hubungan dekat dengan presiden klub. Dia juga menyebut 'gila bila sampai akhirnya meninggalkan Inter.

"Situasinya tak pernah berubah setiap tahun. Tidak hanya di Inter tetapi juga saat saya masih di Lazio. Saya seperti beruntung karena selalu mendapat tawaran dari Italia, luar negeri maupun dari Arab Saudi," kata Inzaghi.

"Tetapi gila saja bila memikirkan hal itu. Apalagi seperti dikatakan presiden (Inter), bahwa saya memiliki hubungan dekat dengan dia. Setiap hari setelah pertandingan, kami selalu duduk bersama dan bertukar pikiran. Itu selalu saya lakukan bertahun-tahun. Tujuannya hanya satu, bagaimana menjadikan Inter itu lebih baik," ujarnya.

Inzaghi meninggalkan Lazio untuk menangani Inter pada 2021. Di Inter, dirinya memenangi Scudetto dan dua kali Coppa Italia. Inzaghi juga membawa Inter mencetak hattrick juara di Supercoppa Italiana.

Inter sempat melaju ke final Liga Champions 2023. Hanya, Nerazzurri gagal menghentikan laju Manchester City dan kalah 1-0.

Kini, Inzaghi berharap memperbaiki kegagalan dengan menargetkan juara saat menghadapi PSG di Stadion Allianz Arena, Munich, Minggu, 1 Juni 2025 dini hari WIB. Para pemain pun sudah melupakan kekecewaan setelah gagal mempertahankan gelar juara liga.

Pada laga terakhir liga, Jumat atau Sabtu, 24 Mei 2025 dini hari WIB, Inter sesungguhnya menang 2-0 atas Como 1907. Namun Napoli juga mengalahkan Cagliari 2-0 sehingga berhasil menjadi juara.

"Jumat jelas menjadi hari yang sulit bagi kami. Tetapi Anda tidak bisa melihat ke belakang. Di sepak bola, Anda harus menatap ke depan. Lupakan dan kemudian move on," ujarnya.

"Saya menyaksikan anak-anak sudah pulih. Kami juga makan bersama di luar. Sebelumnya, usai laga melawan Como, saya sama sekali tak ingin bicara. Tetapi kini saya melihat mereka baik-baik saja," kata Inzaghi.

"Kami akan menghadapi laga besar. Tim juga sudah tak sabar menghadapi laga ini. Menurut saya kami akan melakukannya lagi," ucapnya.

Inzaghi juga memastikan kapten Lautaro Martinez bakal tampil di laga final. Pada laga melawan Como, striker timnas Argentina ini belum bermain meski sudah pulih dari cedera otot.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+