Bagikan:

YOGYAKARTA – Hyrox sedang banyak digandrungi oleh masyarakat. Olahraga ini mengombinasikan lari dengan latihan fungsional yang bagi sebagian orang cukup berat. Bagi Anda yang ingin mencobanya, ketahui latihan hyrox untuk pemula agar tidak mengalami cedera, terutama terkait latihan fungsional yang perlu dilakukan.

Latihan Hyrox untuk Pemula

Seperti dijelaskan sebelumnya, hyrox menjadi salah satu olahraga yang popularitasnya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berbeda dengan lomba lari biasa atau kompetisi angkat beban, Hyrox menggabungkan lari dengan berbagai latihan fungsional sehingga menguji kekuatan, daya tahan, kecepatan, dan kebugaran secara menyeluruh.

Khusus pemula, latihan hyrox harus dilakukan secara bertahap. Fokus utama adalah membangun fondasi kebugaran agar tubuh mampu menghadapi kombinasi lari dan latihan kekuatan secara bertahap.

Agar mampu menyelesaikan tantangan Hyrox, latihan sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu aspek kebugaran. Ada beberapa komponen yang perlu dikembangkan secara bersamaan.

  1. Latihan Kardio

Lari menjadi bagian terbesar dalam Hyrox. Oleh karena itu, pemula perlu membangun daya tahan aerobik terlebih dahulu. Mulailah dengan jogging ringan selama 20–30 menit sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu. Setelah tubuh mulai beradaptasi, durasi atau jarak dapat ditingkatkan secara bertahap.

Selain lari, bersepeda, berenang, atau menggunakan rowing machine juga dapat membantu meningkatkan kapasitas jantung dan paru-paru.

  1. Latihan Kekuatan

Hampir seluruh stasiun Hyrox melibatkan otot kaki, punggung, bahu, dan inti tubuh (core). Sedangkan latihan dasar yang bisa dilakukan beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Squat
  • Lunges
  • Deadlift ringan
  • Push-up
  • Plank
  • Dumbbell Row
  • Shoulder Press
  1. Latihan Mobilitas

Mobilitas sering diabaikan oleh pemula, padahal sangat penting untuk menjaga kualitas gerakan. Latihan peregangan dinamis sebelum berolahraga dan peregangan statis setelah latihan membantu meningkatkan fleksibilitas serta mengurangi risiko cedera. Area yang perlu mendapat perhatian antara lain pinggul, bahu, pergelangan kaki, dan hamstring.

  1. Jangan Abaikan Waktu Pemulihan

Otot membutuhkan waktu untuk memperbaiki diri setelah latihan. Berlatih setiap hari tanpa jeda dapat meningkatkan risiko overtraining, kelelahan, dan penurunan performa. Memberikan waktu istirahat yang cukup sama pentingnya dengan latihan itu sendiri.

  1. Perhatikan Nutrisi dan Hidrasi

Latihan Hyrox menguras energi dalam jumlah besar. Tanpa asupan karbohidrat, protein, cairan, dan elektrolit yang memadai, tubuh akan lebih cepat lelah dan proses pemulihan menjadi lebih lambat. Untuk itu pastikan nutrisi terpenuhi dan tubuh terhidrasi dengan baik.

Itulah informasi terkait latihan hyrox untuk pemula. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+