Bagikan:

JAKARTA - Kelompok antidiskriminasi Kick It Out telah mengirimkan surat kepada FIFA dan Conmebol mengenai penyelidikan terhadap Enzo Fernendez.

Bintang Tim Nasional Argentina itu mengunggah nyanyian yang diduga rasis dan anti-gay di media sosial musim panas lalu.

Gelandang Chelsea tersebut mengunggah video Argentina yang bernyanyi tentang pemain Perancis keturunan Afrika setelah mengalahkan Kolombia di final Copa America 2024.

Dalam surat yang dikirim pada Senin, 13 Januari 2025, CEO Kick It Out, Samuel Okafor, menulis bahwa mereka telah berulang kali meminta FIFA dan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengenai kemajuan penyelidikan terhadap nyanyian tersebut.

Pemain 23 tahun tersebut sejatinya sudah meminta maaf setelah Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) mengajukan pengaduan hukum, dengan mengatakan ia terjebak dalam euforia memenangi turnamen internasional.

Pada September 2024, FA tidak akan menyelidiki masalah tersebut karena insiden itu berada di bawah yurisdiksi FIFA. Soalnya, pemain tersebut sedang bertugas internasional.

Hal ini sangat kontras dengan larangan tujuh pertandingan yang dijatuhkan FA kepada gelandang Tottenham Hotspur, Rodrigo Bentancur, menyusul komentarnya bahwa orang Korea Selatan "semuanya terlihat sama" dalam sebuah wawancara.

Hal itu diselidiki oleh FA ketika pemain Tim Nasional Uruguay itu membuat komentar di saluran televisi Canal 10 negara tersebut pada Juni 2024 ketika tampil dalam kapasitas pribadi, bukan sebagai pemain internasional.

"Menetapkan fakta dan mencapai hasil seharusnya bukan tugas yang luar biasa atau sulit bagi organisasi yang ingin menangani diskriminasi secara serius," tulis Okafor dalam surat tersebut.

"Atas nama banyak pihak di komunitas sepak bola yang terlibat dalam kasus ini, kami akan sangat menghargai jika Anda dapat memberi tahu kami bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan kapan Anda bermaksud untuk mencapai hasil."

"Beberapa pemain terekam menyanyikan sebuah lagu di kereta tim yang mengandung unsur rasis dan transfobia terhadap pemain Perancis."

"Gelandang Enzo Fernandez terlihat jelas bernyanyi meskipun kami menyadari bahwa ia tidak sendirian dalam tindakan tersebut karena banyak pemain yang dapat didengar selama video."

"Chelsea mengatakan Fernandez akan mengikuti pendidikan untuk belajar dari kesalahannya. Namun, penting untuk dicatat bagaimana insiden ini dan penanganannya akan memengaruhi masyarakat lebih luas, baik di Inggris maupun di seluruh dunia," lanjut surat kepada FIFA itu.

Okafor menambahkan bahwa tidak adanya investigasi apa pun akan menjadi simbol dari kurangnya transparansi dan akuntabilitas yang sangat memprihatinkan, terutama mengingat seberapa luas insiden ini terlihat.

Presiden FIFA Gianni Infantino meluncurkan gugus tugas antirasisme pada Mei 2024--setelah menutup pendahulunya pada 2018 yang menyatakan tugasnya selesai--dan meminta semua 211 federasi anggota untuk mengamanatkan pelecehan rasis dalam sepak bola sebagai pelanggaran disiplin.

"Seperti yang digarisbawahi oleh Bapak Infantino pada Mei 2024, saat federasi-federasi menggambarkan niat mereka untuk mengambil sikap global terhadap rasisme, sangat penting bagi kita untuk menghadirkan front persatuan guna mengatasi diskriminasi."

"Jika tidak, klaim dari federasi bahwa tindakan sedang diambil akan gugur pada rintangan pertama," imbuh surat tersebut.

FIFA dan Conmebol belum memberi tanggapan terhadap surat yang dikirimkan oleh Kick It Out tersebut.