Maradona Sekarang Harus Dibius untuk Pulih dari Kecanduan Alkohol
Diego Maradona (Instagram/@maradona)

Bagikan:

JAKARTA - Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona dibius oleh dokter untuk membantunya mengatasi withdrawal syndrome. Ini jadi bagian pemulihan Maradona yang alami kecanduan alkohol.

Withdrawal syndrome adalah serangkaian gejala fisik dan psikologis yang dialami setelah seseorang berhenti dari ketergantungan alkohol. Dokter pribadi Maradona, Alfredo Cahe menjelaskan kondisi Maradona sekarang masih harus dirawat.

Maradona sebelumnya menjalani operasi darurat pada Selasa, 3 November untuk hematoma subdural atau pembekuan darah di otak. 

"Dia harus menjalani perawatan untuk berhenti minum alkohol dan semua keluarganya setuju bahwa Diego yang sekarang tidak bisa dikendalikan," kata Cahe kepada TyC Sports, saluran televisi Argentina, dikutip Reuters, Sabtu, 7 November.

"Kita harus mengambil banteng itu dengan tanduknya."

"Dia punya masalah hati, masalah kardiovaskular. Otaknya di satu sisi, hati di sisi lain, perutnya. Ini berbagai hal. Kita perlu membersihkan Diego dan kemudian kita lihat. Dia masih menjadi pasien yang rumit."

Maradona, yang memenangi Piala Dunia bersama Argentina pada 1986 dan dianggap sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Di masa pensiunnya, Maradona sering mengalami pendarahan di rumah sakit selama bertahun-tahun.

Banyak dari penyakitnya disebabkan gaya hidup Maradona yang tidak teratur. Mantan pemain Barcelona, ‚Äč‚ÄčNapoli, dan Boca Juniors yang berusia 60 tahun itu juga sempat merengek untuk meninggalkan klinik Buenos Aires tempat dia dioperasi.

Tetapi Cahe mengatakan Maradona tidak dalam kondisi fit untuk sendirian. "Seperti apa masa depan Diego adalah sebuah misteri dan itu membuatku khawatir, dia tidak bisa pulang seperti ini," kata Cahe, yang telah menangani bintang bandel itu selama beberapa dekade.

Maradona perlu berada di tempat "di mana dia mendapat bantuan permanen," tambah Cahe. Maradona adalah mantan pelatih tim nasional Argentina dan saat ini menjadi manajer klub divisi satu Gimnasia y Esgrima.

Dia terlihat lemah dan membosankan pada penampilan publik terakhirnya sebelum operasi, menjelang pertandingan klubnya melawan Patronato. Maradona menerima sebuah plakat dan kue untuk menandai ulang tahunnya yang ke-60 tetapi tidak bertahan untuk pertandingan tersebut dan kekhawatiran atas kesehatannya meningkat.