Kisah Pilu Caleb Plant dan Janji yang Dibuat kepada Mendiang Putrinya
Caleb Plant (Instagram @calebplant)

Bagikan:

JAKARTA - Caleb Plant akan menghadapi Saul 'Canelo' Alvarez akhir pekan nanti. Meski tidak banyak orang yang memuji Plant menjelang pertarungan ini, petinju asli Tennessee yang mulai bertinju pada usia sembilan tahun ini adalah petinju bertalenta.

Namun, ada kisah pilu yang megiringi langkah Plant sebagi petinju profesional. Dia telah menghadapi rentetan tragedi dalam kehidupannya.

Plant kehilangan putrinya yang berusia 19 bulan pada tahun 2015 karena penyakit neurologis yang belum diidentifikasi oleh dokter.

Dua bulan kemudian dia kehilangan ibunya. Sang ibu menderita masalah mental dan ditembak petugas polisi setelah membuat ancaman dengan pisau.

Namun, pada Januari 2019, ia mampu memenuhi janji yang ia buat kepada putrinya dengan menjadi juara dunia saat ia mengalahkan Jose Uzcategui.

"Saya berjanji padanya bahwa saya akan menjadi juara dunia," kata Plant dikutip dari MARCA. "Saya bilang padanya saya akan membawakan sabuk juara saya."

Kini, Plant siap menghadapi Alvarez yang sedang berada di puncak karier. Bukan hal yang tidak mungkin bahwa style Amerika Plant akan membuat hidup petinju Meksiko itu sulit.

Jika Plant mampu mendorong kemampuannya atas pria asal Guadalajara itu, dia bisa menimbulkan masalah nyata bagi lawannya.

Petinju 29 tahun ini sangat baik dalam bertahan dan merupakan counter-puncher yang hebat.

Ya, tampaknya kita akan melihat pertarungan antara dua petinju yang sangat berbeda dengan gaya yang benar-benar bersentuhan, meskipun keduanya memiliki asal usul yang sama.