Bagikan:

JAKARTA - Grup musik TheOvertunes resmi melanjutkan perjalanan musik mereka. Trio yang diperkuat Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle ini melepas karya terbaru sejak tiga tahun lalu hadir dengan album mini Endlessly.

Musisi tiga bersaudara ini bersatu untuk menuliskan karya-karya baru menuju album ketiga mereka. Dikepalai dengan single, “Sampai Kapan?” TheOvertunes memulai perjalanannya di era baru ini dengan sebuah pertanyaan dan teguran yang tegas untuk diri mereka sendiri.

Sampai Kapan? terlahir secara alami dari proses introspeksi dan kerinduan berkarya.

“Pas kita lagi sesi menulis, rasanya ‘plong’,” ungkap Reuben, menjelaskan kelegaan seolah akhirnya berhasil mengungkapkan perasaan yang lama dipendam.

Perasaan sadar bahwa, “hidup yang kita inginkan memang harus kita perjuangkan,” kata Mikha. “Ada masa di mana kita mungkin masing-masingnya pernah merasakan itu,” sebut Mada.

Lagu yang dimulai dari chorus yang ramai ini diracik seperti tamparan yang dingin, namun dibalut dengan pelukan hangat di dalamnya.

“Ini lagu yang menyenangkan untuk orang malas,” ucap Mada.

Progresi chord yang dominan minor bergandengan erat dengan cerita berada di ambang putus asa dalam liriknya: Sampai kapan bersuka tersenyum pura-pura? Terlalu lama diam, tunggu kematian.

Namun, alih-alih penuh dengan amarah, lirik itu dinyanyikan dengan melodi yang riang secara beramai-ramai, seperti memberikan dorongan untuk bersemangat.

“Posisinya itu kayak kakak yang memberi tahu ke adiknya, cinta yang tegas (tough love),” jelas Mikha Angelo.

Di era barunya kali ini, TheOvertunes juga secara intensional memberikan elemen-elemen berbeda. Dimulai dari sesi menulis yang dilakukan secara kolektif dengan musisi-musisi lain, sampai rekaman vokal dengan tambahan vokal latar yang ramai.

Racikan musik tersebut membawa perayaan yang dibalut kehangatan tanpa meninggalkan kekhasan TheOvertunes yang identik dengan gitar akustik serta lirik yang berakar pada kata hati penulis.

Selanjutnya, TheOvertunes juga berniat mencurahkan berbagai perasaan dan sudut pandang lewat karya-karya berikutnya. Akan ada nada-nada lain yang memuat introspeksi, merayakan hidup, dan menjalani setiap detik dalam hidup dengan sepenuh-penuhnya