JAKARTA - Stevan Pasaribu mengambil langkah besar dalam karier musiknya. Enam tahun malang melintang di industri musik nasional, solois berdarah Batak itu untuk pertama kalinya bekerja sama dengan penulis lagu dan produser musik global lewat single terbaru “Lama Tak Bermalam Minggu”.
Di single tersebut, Stevan terlibat aktif dalam komposisi dan penulisan lirik bersama Harry Sommerdahl, Josefin Glenmark, dan Hugo Andersson—dari Kennel Music yang berbasis di Swedia—dikenal banyak menggarap lagu K-pop populer dari NCT hingga ITZY.
“kita waktu itu lagi workshop (di Indonesia). Gua dapet tiga lagu dari mereka. Ini lagu yang pertama,” ungkap Stevan, saat ditemui VOI di kantor Musica Studio's di SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Mei.
Awalnya lagu yang diterima menggunakan bahasa Inggris sepenuhnya. Stevan pun mengajukan penyesuaian untuk memasukkan lirik bahasa Indonesia, yang kemudian disepakati dengan tiga penulis lagu lain.
“Jadi waktu kita kerjain memang kita sudah satu sinergi, satu frekuensi, dan kita sama-sama tahu apa yang kita mau,” tutur penyanyi 31 tahun itu.
Tidak hanya dari segi lirik, Steven juga meminta agar melodi lagunya disesuaikan agar pelafalannya saat bernyanyi menjadi sempurna. Pasalnya, melodi awal lagu didesain untuk lirik bahasa Inggris.
“(Melodi) versi aslinya itu enggak masuk banget kalau dimasukin bahasa Indonesia. Bener-bener harus bule banget. Akhirnya aku ubah sedikit nada-nadanya biar lebih pop Indonesia,” ujar Stevan.
Namun dengan segala tantangan yang dihadapi dalam proses kreatif hingga rekaman, Stevan mengaku puas dengan kerja sama pertamanya dengan para musisi dari Kennel Music itu.
BACA JUGA:
Adapun “Lama Tak Bermalam Minggu” merupakan sebuah lagu yang menangkap potret kehidupan banyak orang dewasa hari ini—tenggelam dalam rutinitas, sibuk dengan pekerjaan, namun diam-diam menyimpan rasa sepi yang jarang terucap.
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang menjalani kehidupan sehari hari, layaknya berangkat pagi dan pulang larut malam, kembali ke rumah dalam keadaan sendiri tanpa ada yang menanti.
Rutinitas yang berulang itu perlahan menumbuhkan rasa kosong sekaligus harapan sederhana, membayangkan betapa indahnya jika ada seseorang yang menyambut terasa begitu berarti.
Melalui lagu ini, Stevan Pasaribu ingin menyampaikan pesan bahwa kita tidak benar-benar sendiri dalam kesendirian. “Tidak apa-apa jika hari ini belum memiliki pasangan, karena setiap orang punya waktunya masing-masing. Jika belum datang sekarang, mungkin waktu sedang memberi ruang, agar semuanya hadir di saat yang paling tepat,” pungkas Stevan.