JAKARTA - Bintang pop asal Amerika Serikat (AS), Sabrina Carpenter, bicara secara terbuka mengenai titik balik terbesar dalam karier musiknya.
Meski lagu “Espresso” meledak secara global pada 2024 dan melambungkan namanya ke jajaran bintang papan atas, solois 26 tahun itu menegaskan bahwa pengalaman bertemu penggemar secara langsung dalam tur dunia Short n' Sweet adalah momen yang benar-benar mengubah garis hidupnya secara permanen.
Seperti diketahui, sejak debut musiknya di tahun 2015, Carpenter telah melewati perjalanan panjang selama hampir satu dekade sebelum akhirnya mencapai puncak popularitas melalui album “Short n' Sweet”.
Ia pun merefleksikan bagaimana satu kesuksesan sebenarnya merupakan akumulasi dari banyak momen kecil yang saling berkaitan.
"Ketika saya memikirkan satu hal yang mengubah hidup saya, rasanya konyol. Harus ada 20 hal sebelum itu dan 20 hal setelah (perilisan Espresso],” kata Carpenter dalam wawancara terbaru dengan majalah Perfect.
“Ada begitu banyak momen yang mengarah pada sesuatu yang beresonansi dengan orang-orang. Kemudian momen-momen setelahnya juga sangat penting," sambungnya.
Carpenter menambahkan, transisi dari panggung kecil menuju arena besar merupakan kejutan emosional yang luar biasa. Baginya, melihat ribuan orang menyanyikan lirik yang ia tulis di studio yang terisolasi memberikan validasi yang tidak bisa didapatkan dari angka streaming semata.
BACA JUGA:
Menurut Carpenter, interaksi nyata di atas panggung adalah bahan bakar utama bagi eksistensinya sebagai seniman.
"Saya pikir, sejujurnya, tur yang saya lakukan tahun lalu, tur Short n' Sweet, saya merasa itu benar-benar mengubah hidup saya. Itu adalah tur arena pertama saya. Itu adalah pertama kalinya semua orang benar-benar bisa hidup dengan lagu-lagu ini dan mendengar bagaimana suaranya terdengar keras-keras. Itu benar-benar karena tur tersebut dan para penggemar,” tutur penyanyi yang identik dengan rambut pirangnya itu.
“Sebagian besar apa yang telah mereka lakukan untuk mengubah hidup saya adalah dengan keberadaan mereka, dengan hadir di sana. Saya berutang budi kepada mereka," imbuhnya.
Adapun tur yang dimulai pada September 2024 dan berakhir pada November 2025 itu membawa Sabrina melintasi Amerika Utara hingga Eropa dengan tiket yang ludes terjual di hampir semua lokasi. Keberhasilan ini juga diperkuat dengan penampilannya sebagai headliner di festival bergengsi seperti Coachella.
Lebih lanjut bagi Carpenter, melakukan konser di tengah dunia yang serba digital memberikan sensasi magis tersendiri. Ia merasa panggung adalah tempat di mana energi ribuan orang menyatu menjadi satu cerita yang nyata.
"Saat saya menulis, saya cukup terisolasi di studio. Sedangkan saya merasa pertunjukan ini adalah tempat di mana Anda bisa merasakan begitu banyak energi di tengah kerumunan, di lautan manusia sebanyak itu. Ada begitu banyak cerita, dan ada begitu banyak jenis orang yang berbeda sehingga rasanya Anda benar-benar hidup," pungkas Sabrina Carpenter.